
Eskalasi saling serang antara Iran dan Israel meningkatkan kekhawatiran pecahnya perang besar di Timur Tengah. (Reuters)
JawaPos.com – Perang yang dimulai dengan serangan Israel ke Iran membuat kedua negara terlibat saling serang menggunakan rudal.
Kedua negara juga memiliki sekutu yang sama-sama merespons situasi perang tersebut. Namun, peta kekuatan sekutu kedua negara belum seimbang.
Iran diketahui telah berupaya membangun hubungan dengan sekutunya selama puluhan tahun. Dibentuklah sebuah "poros perlawanan" untuk melawan terhadap pengaruh Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Dalam aksi saling serang rudal ini, AS telah menunjukkan keberpihakannya terhadap Israel. AS bahkan mengancam dan mengklaim mengetahui lokasi pemimpin tertinggi Iran Ali Khameini.
Sekutu Iran, sejauh ini hanya satu kelompok militan yang turun tangan berupaya membela. Walau kelompok sekutu Iran ini pernah memberikan ancaman bahwa serangan apapun terhadap afiliasi Iran akan direspons dengan hebat.
Poros Perlawanan bentukan Iran ini terdiri dari Hizbullah di Lebanon, sejumlah kelompok bersenjata di Iraq, dan kelompok militan Palestina, Hamas.
Dalam dua tahun terakhir, sekutu Iran mengalami pukulan bertubi-tubi melemah atau bahkan digulingkan dari kekuasaan.
Dikutip dari ABC, Pakar Keamanan King Collage's London Andreas Krieg menyebut bahwa sekutu Iran dalam kondisi yang buruk.
"Ini bukan lagi sebuah poros, melainkan "jaringan longgar" yang setiap orang tenaga disibukkan dengan kelangsungan hidupnya sendiri," ujarnya.
Sementara Sarjana Timur Tengah Universitas Australia sekaligus mantan duta besar Australia untuk Lebanon Ian Parmeter menuturkan, kondisi Iran tengah berada dalam masa terburuk dalam 40 tahun terakhir.
"Tidak ada sekutu yang mampu mendukung dengan cara yang sebelumnya bisa dilakukan," ujarnya.
Kondisi itulah yang membuat Israel mampu memberikan serangan. Dia melanjutkan bahwa Israel telah menghancurkan kemampuan tempur Hamas dalam dua tahun terakhir.
Di Suriah, rezim Bashar al-Assad runtuh kurang dari dua minggu setelah aksi saling serang Israel dengan Hizbullah di Lebanon usai. Keruntuhan rezim Bashar al Assad sekaligus memutus hubungan penting dengan Iran.
Iran diketahui juga menjadi bagian dari jaringan tak resmi negara CRINK yang terdiri dari China, Rusia, Iran dan Korea Utara. Sekutu global Iran ini belum menunjukkan gelagat membela sepadan dengan yang dilakukan AS.
China memang telah mengutuk serangan Israel terhadap Iran. Namun, responsnya yang tampak sejauh ini hanya mendukung solusi diplomatik. Begitu pula dengan Korea Utara yang juga mengutuk serangan tersebut.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
