Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Juni 2025 | 02.54 WIB

Adu Kuat Jaringan Sekutu Iran dan Israel Dalam Perang, Ada yang Hanya Ingin Jadi Penengah

Eskalasi saling serang antara Iran dan Israel meningkatkan kekhawatiran pecahnya perang besar di Timur Tengah. (Reuters) - Image

Eskalasi saling serang antara Iran dan Israel meningkatkan kekhawatiran pecahnya perang besar di Timur Tengah. (Reuters)

JawaPos.com – Perang yang dimulai dengan serangan Israel ke Iran membuat kedua negara terlibat saling serang menggunakan rudal.

Kedua negara juga memiliki sekutu yang sama-sama merespons situasi perang tersebut. Namun, peta kekuatan sekutu kedua negara belum seimbang. 

Iran diketahui telah berupaya membangun hubungan dengan sekutunya selama puluhan tahun. Dibentuklah sebuah "poros perlawanan" untuk melawan terhadap pengaruh Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Dalam aksi saling serang rudal ini, AS telah menunjukkan keberpihakannya terhadap Israel. AS bahkan mengancam dan mengklaim mengetahui lokasi pemimpin tertinggi Iran Ali Khameini. 

Sekutu Iran, sejauh ini hanya satu kelompok militan yang turun tangan berupaya membela. Walau kelompok sekutu Iran ini pernah memberikan ancaman bahwa serangan apapun terhadap afiliasi Iran akan direspons dengan hebat. 

Poros Perlawanan bentukan Iran ini terdiri dari Hizbullah di Lebanon, sejumlah kelompok bersenjata di Iraq, dan kelompok militan Palestina, Hamas.

Dalam dua tahun terakhir, sekutu Iran mengalami pukulan bertubi-tubi melemah atau bahkan digulingkan dari kekuasaan. 

Dikutip dari ABC, Pakar Keamanan King Collage's London Andreas Krieg menyebut bahwa sekutu Iran dalam kondisi yang buruk.

"Ini bukan lagi sebuah poros, melainkan "jaringan longgar" yang setiap orang tenaga disibukkan dengan kelangsungan hidupnya sendiri," ujarnya. 

Sementara Sarjana Timur Tengah Universitas Australia sekaligus mantan duta besar Australia untuk Lebanon Ian Parmeter menuturkan, kondisi Iran tengah berada dalam masa terburuk dalam 40 tahun terakhir.

"Tidak ada sekutu yang mampu mendukung dengan cara yang sebelumnya bisa dilakukan," ujarnya.  

Kondisi itulah yang membuat Israel mampu memberikan serangan. Dia melanjutkan bahwa Israel telah menghancurkan kemampuan tempur Hamas dalam dua tahun terakhir.

Di Suriah, rezim Bashar al-Assad runtuh kurang dari dua minggu setelah aksi saling serang Israel dengan Hizbullah di Lebanon usai. Keruntuhan rezim Bashar al Assad sekaligus memutus hubungan penting dengan Iran. 

Iran diketahui juga menjadi bagian dari jaringan tak resmi negara CRINK yang terdiri dari China, Rusia, Iran dan Korea Utara. Sekutu global Iran ini belum menunjukkan gelagat membela sepadan dengan yang dilakukan AS. 

China memang telah mengutuk serangan Israel terhadap Iran. Namun, responsnya yang tampak sejauh ini hanya mendukung solusi diplomatik. Begitu pula dengan Korea Utara yang juga mengutuk serangan tersebut. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore