Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Mei 2025 | 21.28 WIB

Pawai Kontroversial Israel di Yerusalem Timur, Diwarnai Rasisme dan Kekerasan terhadap Warga Palestina

Bendera Israel. (Pexels/cottonbro studio) - Image

Bendera Israel. (Pexels/cottonbro studio)

JawaPos.com - Di tengah konflik Gaza-Israel yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda dan absennya kesepakatan gencatan senjata, ribuan warga Israel justru menggelar pawai yang menuai kontroversi di kawasan Yerusalem Timur.

Menurut laporan dari The Guardian, pawai tersebut dilakukan secara besar-besaran dan telah menjadi tradisi tahunan untuk memperingati penguasaan serta pendudukan Israel atas Yerusalem Timur dan sejumlah wilayah suci sejak tahun 1967.

Kendati pengambilalihan wilayah tersebut tidak diakui secara hukum oleh komunitas internasional, pemerintah Israel tetap mendanai pawai ini sebagai bentuk perayaan yang mereka anggap sebagai bagian dari "pembebasan" Yerusalem Timur.

Selama bertahun-tahun, pawai ini kerap dikaitkan dengan tindakan rasis dan kekerasan terhadap warga Palestina.

Anggota pawai kerap meneriakkan slogan rasis seperti "matilah orang-orang Arab", "Gaza adalah milik kita", hingga "semoga desa-desa mereka terbakar".

Tidak cukup hanya dengan berteriak, sekelompok kecil dari pemuda Israel juga kerap melakukan serangan kepada pemilik toko dan pejalan kaki, meludahi wanita berhijab, mencuri barang dari kafe, mengacak-acak toko buku, bahkan memasuki setidaknya satu rumah secara paksa.

Sementara itu, mengutip laporan dari Al Jazeera, kelompok sayap kanan Israel juga dilaporkan menyerang kantor pusat Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) yang berada di kawasan Sheikh Jarrah.

Meski pihak kepolisian telah lebih dulu diterjunkan untuk mengantisipasi aksi kekerasan dari para pemukim yang kerap mengintimidasi warga Palestina, pawai tetap diwarnai kericuhan, termasuk kekerasan fisik dan verbal.

Pada pawai tahun sebelumnya, sejumlah warga Israel berhaluan ultranasionalis bahkan dilaporkan menyerang jurnalis Palestina di wilayah Kota Tua, sambil menyerukan tindakan kekerasan terhadap warga Palestina.

Lebih jauh lagi, empat tahun yang lalu, pawai serupa turut memicu pecahnya konflik berdarah selama 11 hari di Gaza, yang disebut-sebut sebagai salah satu insiden genosida dalam eskalasi tersebut. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore