
Para pengungsi yang dievakuasi dari rumah mereka yang ada di dekat Garis Kontrol (Line of Control) antara India dan Pakistan. (Reuters)
JawaPos.com – Gencatan senjata yang disepakati oleh India dan Pakistan telah resmi diumumkan pada Sabtu (10/5) lalu. Namun, warga dari kedua sisi perbatasan tampaknya masih enggan untuk kembali ke desa mereka.
Banyak dari mereka masih trauma dan memilih untuk tinggal di tempat penampungan sementara atau bersama kerabat, karena situasi yang dinilai belum aman sepenuhnya.
Suasana di kota-kota seperti Jammu dan Amritsar yang sempat diguncang oleh ledakan meski gencatan senjata telah diumumkan pun masih sepi. Banyak toko tutup dan warga yang memilih tetap berada di dalam rumah.
Pemerintah kedua negara tersebut juga telah mengimbau agar warga tidak terburu-buru untuk kembali ke daerah perbatasan karena masih berpotensi membahayakan para warga.
Gencatan senjata yang disepakati pada hari Sabtu (10/5) itu, setelah empat hari pertempuran dan dengan tekanan dari Amerika Serikat, rupanya belum sepenuhnya menjamin ketenangan.
Dilansir dari laman Reuters, beberapa jam setelah pengumuman, ledakan masih terdengar di sejumlah wilayah perbatasan. Atas ledakan yang terjadi tersebut India menuding Pakistan telah melanggar kesepakatan.
Konflik ini menjadi yang terburuk dalam hampir 30 tahun terakhir, dengan kedua negara yang saling meluncurkan rudal dan drone ke markas militer sata sama lain, dan menyebabkan sekitar 70 korban jiwa.
Pihak kepolisian di Kashmir, India juga memperingatkan para warga agar tidak kembali ke desa-desa di garis depan karena adanya sisa amunisi yang belum meledak dan risiko keselamatan yang tinggi.
Ratusan warga telah dievakuasi, sementara sebagian lainnya memilih tinggal bersama keluarga yang jauh dari perbatasan.
Dalam sebuah wawancara dengan salah satu warga yang tinggal di dekat perbatasan, yakni wilayah Akhnoor, Asha Devi, mengaku jika ia lebih memilih pulang ke kampung halamannya, yakni di Desa Bihar daripada harus kembali ke daerah konflik.
“Saya ingin kembali ke desa saya di Bihar. Tidak ingin kembali ke sana (ke perbatasan) dan mati,” kata Asha Devi, seorang buruh tani berusia 22 tahun di wilayah Akhnoor, salah satu daerah yang paling parah terkena dampak penembakan dalam beberapa hari terakhir.
Akhnoor sendiri merupakan wilayah di dekat perbatasan yang menjadi salah satu wilayah paling parah terkena dampak penembakan dalam beberapa hari terakhir.
Kepala desa di wilayah perbatasan, Kabal Singh, juga menyebutkan bahwa peristiwa ledakan yang terjadi sesaat setelah pengumuman gencatan senjata diumumkan itu membuat warga semakin takut untuk kembali ke rumah mereka.
Sedangkan di sisi Pakistan, warga yang mengungsi juga dianjurkan untuk menunggu hingga setidaknya Senin (12/5) siang sebelum kembali ke rumah masing-masing, sambil terus memantau perkembangan situasi.
Menurut pejabat lokal di Lembah Neelum Pakistan, sebagian besar warga telah memilih untuk menunggu dan melihat situasi lebih lanjut terlebih dahulu, sebelum mereka mengambil keputusan untuk kembali ke rumah mereka.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
