Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Januari 2024 | 17.21 WIB

100 Orang Tewas, Israel Kembali Luncurkan Serangan Udara di Tahun Baru 2024

Orang-orang memeriksa kerusakan bangunan setelah serangan udara Israel di Khan Younis. Sumber Foto: Muhammad Dahman/AP - Image

Orang-orang memeriksa kerusakan bangunan setelah serangan udara Israel di Khan Younis. Sumber Foto: Muhammad Dahman/AP

JawaPos.com - Invasi senjata yang dilakukan Israel dan Hamas telah berlangsung selama tiga bulan lamanya.

Tak kunjung berhenti meski gencatan senjata telah diserukan, Israel semakin brutal dalam melakukan tindak penyerangan di Jalur Gaza. 

Terbaru, Israel kembali melesatkan bom tepatnya di malam tahun baru 2024, yang mengakibatkan 100 orang terbunuh di Gaza.

Dilansir dari The Guardian, Senin (1/1), otoritas kesehatan wilayah yang dikelola Hamas mengatakan sekitar 48 orang tewas dalam pemboman besar-besaran Israel di Kota Gaza pada Minggu tanggal 31 Desember 2023.

Pertempuran sengit masih berlangsung meskipun ada klaim dari Pasukan Pertahanan Israel bahwa bagian utara wilayah yang diblokade tersebut sebagian besar berada di bawah operasi Israel.

Serangan lain menewaskan 20 orang yang berlindung di Universitas al-Aqsa di sebelah barat Kota Gaza, kata para saksi mata.

Di bagian selatan Gaza, daerah yang sebelumnya diidentifikasi sebagai zona evakuasi bagi 2,3 juta penduduk di jalur tersebut.

Sekitar 85% di antaranya telah meninggalkan rumah mereka, telah diserang melalui udara dan artileri selama seminggu terakhir ketika Israel memperluas operasi daratnya.

Saat ini, Israel sedang menargetkan Nuseirat, Maghazi dan Bureij, sebuah kawasan kamp penuh pengungsi dan pelayanan yang buruk.

Jalur tersebut, dibangun untuk menampung pengungsi Palestina yang meninggalkan rumah mereka selama perang tahun 1948 atas pembentukan negara Israel.

Karena serangan itu, pada hari Minggu sekitar 35 orang telah meninggal akibat pemboman di daerah tersebut.

Hussein Siam, yang kerabatnya menjadi korban tewas dalam serangan di lingkungan pusat Zawayda, mengatakan kepada Associated Press, “Mereka adalah orang-orang yang tidak bersalah.”

Populasi kamp-kamp tersebut telah membengkak dengan ratusan ribu pengungsi baru sejak serangan Hamas terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober 2023, di mana kelompok militan tersebut membunuh 1.140 orang dan menyandera 250 orang lainnya.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore