alexametrics

Masalah Baru di Singapura, Covid-19 Menyebar Lewat Air Limbah Asrama

24 Maret 2021, 10:17:51 WIB

JawaPos.com – Singapura kini sedang melacak penularan virus Korona melalui air limbah di asrama mahasiswa. Karena temuan itu, penghuni blok asrama di National University of Singapore perlu diswab karena ada jejak Covid-19 terdeteksi di air limbah.

Staf dan siswa diberi tahu dalam sebuah surat edaran. Direktur kantor keselamatan, kesehatan dan lingkungan universitas, Peck Thian Guan, mengatakan tingkat asam ribonukleat virus (RNA) Covid-19 yang rendah telah terdeteksi dalam sampel yang diambil dari ruang inspeksi yang terhubung ke kamar mandi di UTown Residence North Tower.

“Universitas telah menerapkan program pengawasan air limbah di semua hostelnya sejak 7 Desember, sebagai bagian dari upaya untuk menemukan kasus virus Korona dengan cara yang aman, efektif, dan tidak mengganggu,” kata Peck dalam surat edaran tersebut seperti dilansir dari AsiaOne, Rabu (24/3).

Baca juga: Puji Kualitas Vaksin Tiongkok, Singapura Masih Belum Izinkan Sinovac

Baca juga: Pasien Covid-19 di Singapura Sempat Makan di Food Court Bandara Changi

Dia mengatakan bahwa pusat tes swab akan didirikan di UTown Residence pada hari Selasa (23/3). Kementerian Kesehatan Singapura mewajibkan semua penghuni di apartemen yang terkena dampak untuk melakukan tes usap sebagai tindakan pencegahan.

“Tes usap harus dilakukan dengan cepat untuk mengidentifikasi apakah ada warga lain yang mungkin atau telah terinfeksi Covid-19,” kata Peck.

“Ini agar kami dapat memberikan perawatan dan dukungan medis segera, sambil mengambil langkah yang diperlukan untuk menghentikan penularan Covid-19,” tambahnya.

Penduduk yang terkena dampak juga diinstruksikan untuk mengisolasi diri dan meminimalkan kontak fisik dengan orang lain sampai hasil tes usap negatif. Semua staf dan siswa lainnya diberitahu untuk menjauhi blok di asrama.

Mereka juga diminta untuk memantau kesehatan dan menyatakan suhu tubuh melalui uNivUS, aplikasi NUS, sambil mematuhi langkah-langkah jarak aman yang ada. Mahasiswa dan staf yang memiliki pertanyaan lebih lanjut disarankan untuk memeriksa ke kantor manajemen fakultas, sekolah, atau departemen mereka masing-masing.

“Harap tetap tenang, patuhi tindakan pencegahan yang diuraikan di atas, dan jangan menyebarkan informasi yang tidak diverifikasi,” kata Peck.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:





Close Ads