
Ilustrasi Covid-19. Dok. JawaPos
JawaPos.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan varian baru Covid-19 bernama Cicada hingga kini belum terdeteksi di Indonesia.
Varian yang memiliki nama ilmiah BA.3.2 tersebut masih masuk kategori pemantauan dan dinilai berisiko rendah terhadap kesehatan masyarakat.
Dalam penjelasannya, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman menyebut bahwa varian BA.3.2 atau Cicada, merupakan turunan dari Omicron BA.3 yang telah ditetapkan sebagai Varian Under Monitoring (VUM) oleh WHO sejak 5 Desember 2025.
“Varian BA.3.2 (Cicada) merupakan turunan dari Omicron BA.3 dan ditetapkan sebagai Varian Under Monitoring (VUM) sejak 5 Desember 2025 oleh WHO,” ujar Aji dalam keterangan resminya, Jumat (2/4).
Baca Juga:Respons Kemenkes Soal Tunjangan Dokter Spesialis di Siak yang Tak Dibayar hingga 6 Bulan oleh Pemda
Ia menegaskan, hingga akhir Maret 2026, belum ada temuan kasus varian Cicada di Indonesia.
Selain itu, berdasarkan data dari WHO, varian ini juga belum menunjukkan peningkatan signifikan dalam penyebaran maupun tingkat keparahan.
“Varian tersebut belum menunjukkan peningkatan sirkulasi, dan tidak ada data yang menunjukkan peningkatan keparahan, hospitalisasi, dan kematian. Risiko kesehatan masyarakat untuk varian BA.3.2 (Cicada) adalah rendah,” jelasnya.
Sementara itu, varian Covid-19 yang saat ini masih mendominasi di Indonesia adalah XFG sebesar 57 persen, diikuti LF.7 sebanyak 29 persen, dan XFG 3.4.3 sebesar 14 persen. Ketiga varian tersebut juga dikategorikan memiliki risiko rendah.
Aji menambahkan, pemerintah belum memberlakukan pengetatan di pintu masuk negara karena situasi masih terkendali.
Meski demikian, Kemenkes tetap melakukan langkah antisipasi melalui surveilans, pelaporan rutin dari fasilitas kesehatan, serta pengujian sampel di laboratorium.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri
Prediksi Al Ittihad vs Al Ain di ACL Elite, Tuan Rumah Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022