Ribuan massa aksi bela Palestina memadati kawasan silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (5/11).
JawaPos.com - Konflik di Jalur Gaza antara Palestina dan Israel kembali meletus setelah serangan pejuang Hamas pada Sabtu 7 Oktober. Hampir sebulan konflik itu berjalan dengan ribuan korban jiwa termasuk anak-anak. Di tengah banyaknya dukungan terhadap Palestina, pemimpin politik dunia justru dilaporkan terbagi dalam dua pilihan.
Seperti dilansir dari The Week, pemimpin Partai Buruh Inggris Keir Starmer mengatakan, pilihan pertama adalah humanitarian pause atau jeda kemanusiaan. Sedangkan pilihan kedua adalah, gencatan senjata. “Saya tidak yakin gencatan senjata adalah pilihan tepat untuk saat ini,” ujarnya di Inggris pekan lalu.
Dia beralasan kalau gencatan senjata justru bisa meningkatkan eskalasi di Jalur Gaza. Termasuk, meningkatnya risiko kekerasan dan mencegah pelepasan sandera yang diculik selama serangan pada 7 Oktober. “Humanitarian pause adalah jawabannya. Supaya bantuan bisa masuk, dan warga Palestina dievakuasi,” imbuhnya.
Dua pilihan itu muncul di Dewan Keamanan PBB pelan lalu. Rusia dan Tiongkok menolak usulan Amerika Serikat untuk jeda kemanusiaan. Sebab, Rusia dan Tiongkok memilih opsi gencatan senjata di Jalur Gaza. Rusia sudah dua kali mengusulkan gencatan senjata namun ditolak Amerika dan Inggris.
Lantas, apa beda jeda kemanusiaan dengan gencatan senjata? Menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB, humanitarian pause atau jeda kemanusiaan adalah penghentian sementara dari pertempuran dengan tujuan kemanusiaan. Supaya bantuan kemanusiaan bisa masuk ke zona perang.
Biasanya, jeda kemanusiaan itu memerlukan persetujuan semua pihak yang relevan dengan konflik itu. Jeda ini juga berlaku dalam periode tertentu dan area geografis tertentu saja. Apalagi, sudah umum diketahui jika Israel memutus berbagai kebutuhan termasuk listrik, air, dan makanan untuk warga di Jalur Gaza.
“Jeda kemanusiaan secara efektif akan memungkinkan masuknya bantuan atau orang-orang yang keluar untuk mengungsi,” kata dosen King’s College London yang mempelajari perang, Samir Puri.
Sedangkan ceasefire atau gencatan senjata adalah penghentian pertempuran yang disepakati oleh pihak-pihak terlibat dalam konflik. Biasanya sebagai bagian dari proses politik dan berbeda dengan jeda kemanusiaan, gencatan senjata akan berlangsung lebih lama.
Senada dengan Starmer, Puri juga menyebut bahwa gencatan senjata saat ini tidak mungkin dilakukan. Apalagi, perwakilan Hamas saat berkunjung ke Rusia mengatakan kalau pelepasan sandera tak mungkin dilakukan. Apalagi, kalau kesepakatan gencatan senjata tidak tercapai.
Apalagi, PM Israel Benyamin Netanyahu mengatakan kalau gencatan senjata berarti menyerah ke terori. “Gencatan senjata saat ini sulit untuk dibayangkan,” terang Puri.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
