Pendukung partai politik Islam Jamaat-e-Islami (JI) mengambil bagian dalam unjuk rasa protes anti-Israel di Islamabad pada 21 Mei 2021.
JawaPos.Com— “From The River to The Sea, Palestine Will Be Free” merupakan penggalan slogan yang digunakan sejak tahun 1960-an untuk mendukung Palestina dari berbagai kalangan dengan berbagai tujuan.
Alhasil, slogan “From The River to The Sea, Palestine Will Be Free” terbuka terhadap beragam penafsiran, mulai dari genosida hingga penafsiran demokratis.
Namun pada umunya, slogan “From The River to The Sea, Palestine Will Be Free” berarti mengacu pada tanah antara Sungai Yordan, yang berbatasan dengan Israel bagian timur dan Laut Mediterania di sebelah barat.
Beberapa orang mengklaim bahwa istilah tersebut mengandung maksud genosida.
Tahun 1966, pemimpin Suriah, Hafez al-Assad mengatakan hanya akan menerima perang dan pemulihan tanah yang direbut.
“Kami hanya akan menerima perang dan pemulihan tanah yang direbut untuk mengusir anda para agresor dan membuang anda ke laut selamanya”. Ujar Hafez, dikutip melalui theguardian.com, Sabtu (4/11).
Sedangkan, kelompok militan Hamas mengklaim slogan tersebut sebagai penolakan mereka terhadap Israel.
“Hamas menolak alternatif apa pun selain pembebasan penuh dan menyeluruh Palestina, dari sungai hingga laut,” kata konstitusi organisasi tersebut.
Menteri Dalam Negeri, Suella Braverman menuliskan tweet setelah adanya protes di Inggris baru-baru ini.
Di mana ribuan orang meneriakkan “From The River to The Sea, Palestine Will Be Free”, bahwa slogan tersebut secara luas dipahami sebagai tuntutan untuk menghancurkan Israel.
Suella juga menambahkan tulisan, “Upaya untuk berpura-pura sebaliknya adalah tindakan yang tidak jujur.”
Pandangannya merupakan pandangan umum, meskipun ditentang keras oleh mereka yang menganggap penokohan tersebut sebagai upaya untuk menutup perdebatan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
