
Pekerja Palestina yang berada di Israel selama serangan Hamas pada 7 Oktober disambut ketika mereka tiba di perbatasan Rafah setelah dikirim kembali oleh Israel ke Jalur Gaza pada Jumat (3/11).
JawaPos.Com - Kabinet keamanan Israel telah menyetujui pemulangan para pekerja Palestina yang saat ini berada di Israel. Langkah deportasi tersebut diambil Israel pada Kamis (2/11) kemarin.
Dikutip JawaPos.com dari Antara, pernyataan tersebut disampaikan setelah pertemuan kabinet keamanan.
Israel ingin mencoba memutus semua hubungan dengan Gaza, setelah konflik berkepanjangan yang terus memanas di wilayah tersebut.
Dalam pemulangan ribuan pekerja ini warga tidak mendapat akses transportasi sama sekali, sehingga mereka harus berjalan sekitar 2 kilometer untuk memasuki Gaza setelah pasukan tentara Israel meninggalkan mereka di Karem Shalom yang merupakan daerah perbatasan antara Jalur Gaza dan Israel.
Menurut seorang sumber yang enggan disebut namanya itu mengungkapkan bahwa Pemerintah Israel telah berlaku kejam karena telah menyita semua uang dan telepon seluler para pekerja Palestina.
Saat ini para pekerja disebut telah tiba di Kota Rafah dan mendapat bantuan dari Pemerintah Palestina serta badan-badan bantuan lainnya.
Dalam pernyataan yang ditulis Al Jazeera, salah satu pekerja Palestina berusia 55 tahun mengatakan bahwa dirinya sangat menyesal pernah bekerja di Israel.
Sebelum dipulangkan pekerja Palestina mengaku telah ditangkap pada tanggal 8 Oktober dan dibawa ke Penjara di pinggiran kota Ramallah, Tepi Barat yang diduduki Israel. Para pekerja tersebut dipanggil untuk diinterogasi dan disiksa.
“Orang Israel mengajukan berbagai pertanyaan kepada kami. Mereka ingin tahu di mana letak terowongan Hamas, dimana peluncur roket ditempatkan, dan bagaimana para pejuang bergerak di dalam dan sekitar Gaza,” Ungkapnya.
Hampir satu bulan sudah konflik antara Israel - Palestina ini berlangsung dan telah menewaskan puluhan ribu jiwa.
Korban paling banyak berasal dari warga sipil Palestina yakni sekitar 10.800 orang meninggal dunia, sedangkan dari Israel korban meninggal dunia sebanyak 1.538 orang.
Kedua negara tersebut hingga kini belum memberikan tanda-tanda akan melakukan gencatan senjata.
Bahkan perang ini dikabarkan akan lebih meluas imbas negara-negara tetangga yang mulai ikut campur dan juga sokongan Amerika Serikat yang menambah buruk konflik ini.
***

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
