Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 November 2023 | 21.53 WIB

Pemerintah Israel Deportasi Ribuan Pekerja Palestina ke Jalur Gaza, Sebelumnya Pernah Ditahan dan Disiksa

Pekerja Palestina yang berada di Israel selama serangan Hamas pada 7 Oktober disambut ketika mereka tiba di perbatasan Rafah setelah dikirim kembali oleh Israel ke Jalur Gaza pada Jumat (3/11). - Image

Pekerja Palestina yang berada di Israel selama serangan Hamas pada 7 Oktober disambut ketika mereka tiba di perbatasan Rafah setelah dikirim kembali oleh Israel ke Jalur Gaza pada Jumat (3/11).

JawaPos.Com - Kabinet keamanan Israel telah menyetujui pemulangan para pekerja Palestina yang saat ini berada di Israel. Langkah deportasi tersebut diambil Israel pada Kamis (2/11) kemarin.

Dikutip JawaPos.com dari Antara, pernyataan tersebut disampaikan setelah pertemuan kabinet keamanan.

Israel ingin mencoba memutus semua hubungan dengan Gaza, setelah konflik berkepanjangan yang terus memanas di wilayah tersebut.

"Tidak akan ada lagi pekerja Palestina dari Gaza di Israel," ungkap kabinet keamanan Israel.

Dalam pemulangan ribuan pekerja ini warga tidak mendapat akses transportasi sama sekali, sehingga mereka harus berjalan sekitar 2 kilometer untuk memasuki Gaza setelah pasukan tentara Israel meninggalkan mereka di Karem Shalom yang merupakan daerah perbatasan antara Jalur Gaza dan Israel.

Menurut seorang sumber yang enggan disebut namanya itu mengungkapkan bahwa Pemerintah Israel telah berlaku kejam karena telah menyita semua uang dan telepon seluler para pekerja Palestina.

Saat ini para pekerja disebut telah tiba di Kota Rafah dan mendapat bantuan dari Pemerintah Palestina serta badan-badan bantuan lainnya.

Dalam pernyataan yang ditulis Al Jazeera, salah satu pekerja Palestina berusia 55 tahun mengatakan bahwa dirinya sangat menyesal pernah bekerja di Israel.  

Sebelum dipulangkan pekerja Palestina mengaku telah ditangkap pada tanggal 8 Oktober dan  dibawa ke Penjara di pinggiran kota Ramallah, Tepi Barat yang diduduki Israel. Para pekerja tersebut dipanggil untuk diinterogasi dan disiksa.

“Orang Israel mengajukan berbagai pertanyaan kepada kami. Mereka ingin tahu di mana letak terowongan Hamas, dimana peluncur roket ditempatkan, dan bagaimana para pejuang bergerak di dalam dan sekitar Gaza,” Ungkapnya.

Hampir satu bulan sudah konflik antara Israel - Palestina ini berlangsung dan telah menewaskan puluhan ribu jiwa.

Korban paling banyak berasal dari warga sipil Palestina yakni sekitar 10.800 orang meninggal dunia, sedangkan dari Israel korban meninggal dunia sebanyak 1.538 orang.

Kedua negara tersebut hingga kini belum memberikan tanda-tanda akan melakukan gencatan senjata.

Bahkan perang ini dikabarkan akan lebih meluas imbas negara-negara tetangga yang mulai ikut campur dan juga sokongan Amerika Serikat yang menambah buruk konflik ini.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore