Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 November 2023 | 19.44 WIB

Sejarah Lambang ‘Semangka’ yang Jadi Simbol Unik bagi Solidaritas Palestina, Begini Penjelasannya

penggunaan gambar semangka sebagai simbol solidaritas terhadap Palestina. - Image

penggunaan gambar semangka sebagai simbol solidaritas terhadap Palestina.

JawaPos.com – Topik tentang Palestina belakangan menjadi sangat ramai diperbincangkan terkait penyerangan dan genosida yang dilakukan Israel secara brutal hingga menewaskan ribuan rakyat dan mengundang keprihatinan masyarakat dunia.

Banyak orang menyuarakan keadilan dan pembebasan untuk Palestina baik dalam bentuk protes lisan seperti aksi, boikot sejumlah produk, yang disinyalir mendukung zionis, hingga menaikkan topik ini di media sosial agar isu tentang Palestina tidak berhenti dibahas sampai penyerangan berakhir.

Selain menyerukan dukungan, mereka yang bersuara melalui media sosial juga harus memerangi propaganda yang banyak muncul di antara isu Palestina dan Israel yang cenderung mengarahkan pada fakta yang salah.

Kerap kali beberapa pengguna media sosial mengalami banned atau pembekuan karena rupanya, secara algoritmatik, isu tentang Palestina sedikit banyak ditekan oleh pihak-pihak tertentu.

Tak kehilangan akal, pendukung Palestina mulai menggunakan simbol unik untuk tetap bisa menyuarakan dukungannya, melalui logo atau gambar ‘Semangka’ untuk menghindari banned.

Sebenarnya, penggunaan semangka sebagai bentuk dukungan pada Palestina bukanlah hal yang baru.

Semangka menjadi simbol solidaritas Palestina sejak 1967, ketika pemerintah Israel melarang pengibaran bendera Palestina di beberapa wilayah yang telah dikuasainya.

Setiap ada bendera Palestina yang berkibar, meski itu ada dalam suatu publikasi hingga iklan dan foto-foto lama, mengancam hukuman penjara atau bisa lebih buruk lagi.

Untuk menghindari larangan, warga Palestina mulai menggunakan semangka –yang memiliki kombinasi warna serupa dengan benderanya: merah, hijau, putih dan hitam sebagai simbol atas bendera negaranya.

Buah segar ini kemudian muncul di berbagai karya seni, kemeja, grafiti, poster dan karya lainnya yang mengandung perlawanan terhadap zionis.

Tentunya, perjalanan simbol ini tidak selalu berjalan mulus. Saat awal warga menunjukkan protes melalui semangka, pemerintah Israel menutup pameran di Ramallah yang menampilkan beberapa karya seni semangka.

Selain melarang penggunaan bendera Palestina, Israel juga melarang penggunaan warna yang serupa dengan bendera tersebut.

Hal itu dibenarkan oleh New York Times saat salah satu reporternya melihat ada pemuda di jalur Gaza yang ditangkap karena membawa irisan semangka.

Berbagai aksi bela Palestina di beberapa negara kemudian mulai membawa semangka ketika pada saat itu ada larangan pro-Palestina di beberapa negara seperti Perancis. Mereka berdalih, ‘ini hanya semangka’.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore