Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 Juni 2022 | 00.40 WIB

Tak Hanya Sri Lanka, Laos juga Nyaris Alami Kebangkrutan Akibat Utang

HERBAL DARI DAPUR: Millennia Anstandi memotong rimpang laos yang memiliki beragam manfaat bagi kesehatan. Penelitian membuktikan laos memiliki khasiat sebagai antibakteri, antijamur, antivirus, antiprotozoa, menguatkan sistem imun, antioksidan, antidiabet - Image

HERBAL DARI DAPUR: Millennia Anstandi memotong rimpang laos yang memiliki beragam manfaat bagi kesehatan. Penelitian membuktikan laos memiliki khasiat sebagai antibakteri, antijamur, antivirus, antiprotozoa, menguatkan sistem imun, antioksidan, antidiabet

JawaPos.com - Laos berada di ambang kebangkrutan. Kondisi itu dipicu utang, ketimpangan kekayaan, dan korupsi yang membuat negara tetap miskin. Satu dekade dilanda utang besar membuat Laos dinilai salah urus ekonomi. Cadangan devisanya tidak mampu memenuhi kewajiban pinjaman tanpa bantuan dari luar.

Antrean panjang warga Laos muncul untuk mendapatkan bahan bakar. Harga pangan yang naik dengan cepat dan ketidakmampuan rumah tangga untuk membayar tagihan bulanan juga telah memicu situasi menjadi sulit.

Tiongkok menyumbang sekitar 47 persen dari utang Laos yang terakumulasi untuk proyek infrastruktur besar. Perang di Ukraina dan pandemi Covid-19 bukan alasan. Alasan utama di balik kebangkrutan ekonomi di Laos adalah korupsi.

Perdana Menteri Laos, Phankham Viphavanh, mengakui dan mengatakan kepada Majelis Nasional bahwa penggelapan oleh eksekutif dan staf, dikombinasikan dengan manajemen yang buruk, adalah alasan utama kerugian kronis yang diderita oleh 178 perusahaan negara. Tak hanya itu, perekrutan eksekutif dan staf sebagian besar didasarkan pada nepotisme.

"Faktor-faktor itu menjadi alasan utama kegagalan manajemen yang mendalam," kata media yang dikelola pemerintah.

Masalah utang Laos sebetulnya sudah ada sejak 10 tahun yang lalu. Vientiane membutuhkan USD 1,3 miliar per tahun untuk memenuhi kewajibannya hingga 2025, tetapi hanya memiliki sekitar USD 1,2 miliar cadangan devisa.

Solusi Sementara

Upaya untuk menopang perekonomian, pemerintah menawarkan obligasi senilai sekitar USD 340 juta dengan tingkat bunga enam bulan sebesar 20 persen. Phankham telah menjabat sebagai perdana menteri sejak Maret tahun lalu. Dia adalah wakil presiden selama lima tahun sebelumnya dan telah menjabat sebagai sekretaris eksekutif komite eksekutif partai komunis sejak 2011.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore