
Guatemala, Paraguay, dan Honduras berupaya memperkuat hubungan dengan AS dengan mendukung Israel
JawaPos.com - Guatemala, Paraguay, dan Honduras berupaya memperkuat hubungan dengan AS dengan mendukung Israel. Dilansir dari The Times of Israel beberapa waktu yang lalu, keputusan Presiden AS Donald Trump pada bulan Desember 2017 untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel menuai banyak kritik internasional.
Sebanyak 128 negara termasuk Inggris, Jerman, dan Kanada memberikan suara mendukung resolusi PBB yang mengutuk pemindahan Kedutaan AS ke Yerusalem. Tetapi beberapa negara melihat keputusan Trump berbeda, bahkan sebagai contoh untuk diikuti.
Tidak lama setelah Amerika Serikat secara resmi memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem, Guatemala dan Paraguay ikut-ikutan mengambil langkah yang sama. Bahkan Honduras mengikutinya. Presiden Republik Ceko juga mengatakan, pihaknya akan memulai proses pemindahan kedutaannya ke Yerusalem.
Pada kunjungan ke Venezuela, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendesak negara-negara Amerika Latin lainnya untuk tidak memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem.
Hal yang menjadi pertanyaan, mengapa negara-negara Amerika Latin ini mengikuti keputusan Trump memindahkan kedutaannya ke Yerusalem. Para pengamat menyampaikan sejumlah alasan.
Menurut para pengamat, negara-negara tersebut kemungkinan termotivasi keinginan untuk menjalin dukungan yang kuat dengan pemerintahan Trump. Kemungkinan para pemimpin negara Latin itu juga memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan Israel.
Menurut seorang profesor di Universitas Ibrani Yerusalem yang spesialisasinya Amerika Latin, Arie Kacowicz, dalam kasus Guatemala dan Honduras, kedua negara menghadapi krisis politik. Presiden Guatemala Jimmy Morales terperosok dalam skandal korupsi dan pemilihan kembali Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez baru-baru ini diliputi oleh tuduhan kecurangan pemilu.
Para pemimpin Guatemala dan Hinduras sedang mencari dukungan dari AS. "Mereka sangat membutuhkan dan menginginkan dukungan dan legitimasi dari AS dan salah satu cara untuk mencapai itu adalah dengan bersikap bersahabat, ramah bahkan dengan Israel," katanya.
“Untuk Guatemala dan Honduras, AS adalah hal yang paling penting. Itu jauh lebih penting daripada Israel sendiri, "kata Kacowicz.
Kedua negara juga memiliki populasi imigran besar di AS yang menghadapi ancaman deportasi. Para imigran tersebut berkontribusi pada ekonomi negara asal mereka. Misalnya, sepersepuluh dari produk domestik bruto Guatemala berasal dari pengiriman uang yang dikirim kembali oleh warga Guatemala yang tinggal di luar negeri. Masuk akal untuk ingin berada di sisi baik pemerintahan Trump.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
