
Para peneliti berkumpul di Polandia
JawaPos.com - Sejumlah peneliti dunia berkumpul di acara Global Forum on Nicotine 2018 di Warsaw, Polandia untuk mengatasi permasalahan yang ditimbulkan oleh rokok. Para peneliti yang terdiri dari lebih 20 negara tersebut mengajak masyarakat untuk mengkaji kembali permasalahan ini dan mencari solusi bersama.
Dari sejumlah penelitian yang dikemukakan dalam ajang ilmiah internasional ini, peneliti sepakat bahwa metode pengurangan bahaya produk tembakau dinilai dapat menjadi salah satu solusi yang tepat untuk mengurangi jumlah perokok di dunia.
Peneliti di Pusat Bedah Jantung Onassis di Athena-Yunani Konstantinos E. Farsalinos mengungkapkan, penggunaan produk tembakau alternatif yang menerapkan konsep dipanaskan bukan dibakar dapat mengeleminasi komponen atau zat berbahaya yang biasanya dihasilkan dari pembakaran rokok sehingga potensi risiko kesehatan dari produk ini jauh lebih rendah. "Sayangnya, masih ada perbedaan yang cukup signifikan antara persepsi masyarakat dan bukti ilmiah," katanya, Kamis, (21/6).
Hasil penelitian yang komprehensif mengenai produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar dan rokok elektrik terkadang cenderung dinilai negatif oleh masyarakat. "Namun produk ini memiliki potensi risiko kesehatan yang lebih rendah daripada rokok," jelas Farsalinos.
Selain itu, forum ini juga membahas mengenai penggunaan sains dan teknologi yang diterapkan dalam produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar. Ini membuktikan teknologi memiliki peranan penting dalam membantu pengurangan potensi risiko kesehatan dari perokok.
Senada dengan apa yang dibahas dalam forum ini, Dewan Penasihat Himpunan Peniliti Indonesia (HIMPENINDO) yang juga merupakan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Erman Aminullah mengatakan, meskipun inovasi produk tembakau alternatif mulai banyak bermunculan di Indonesia, pada akhirnya konsumen yang akan memilih produk tembakau alternatif yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.
"Kembali lagi kepada tujuan mengapa teknologi itu diciptakan, yaitu untuk membantu dan memudahkan kita dalam melakukan atau menggunakan sesuatu,” kata Erman.
Untuk produk tembakau alternatif yang menggunakan teknologi dalam pemakaiannya, serta didukung oleh penelitian yang kredibel sehingga hasilnya berpotensi lebih rendah risiko daripada rokok. Maka hanya tinggal menunggu waktu para konsumen untuk memahami potensinya dan beralih ke produk tersebut.
Ketua Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia sekaligus anggota Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) Achmad Syawqie Yazid mengatakan, selain ada peranan teknologi, produk tembakau alternatif juga menerapkan metode pengurangan bahaya.
Menurut Syawqie, produk tembakau alternatif ditujukan untuk membantu permasalahan merokok di Indonesia. Namun membutuhkan kepercayaan dan regulasi yang tepat agar penggunaannya sesuai dengan tujuan utamanya sehingga regulasi dibutuhkan bukan untuk menutup inovasi produk ini.
"Saya paham memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Namun sebagai langkah permulaan kita bisa mempelajari terlebih dahulu potensi yang dimiliki dan melakukan penelitian lebih lanjut untuk menguatkan hasilnya,” pungkas Syawqie.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

4 Keunggulan Introvert yang Kini Justru Diinginkan oleh Banyak Orang Pada Era Modern
Jokowi Dikabarkan Deklarasi jadi Ketum PSI Awal November, KDM Disebut Ikut Pindah Gerbong
Sadisnya Dwi Bagus Mutilasi Istri Siri dan Anak di Madiun, Jasad Dibakar dan Digiling
Prediksi Skor Sevilla vs Osasuna: Los Rojillos Bidik Poin, Rekor Arrasate Jadi Ancaman!
Prediksi Skor Daejeon Citizen vs Vissel Kobe di ACL Elite: Siapa yang Mampu Meraih Kemenangan
Manajer Persipura Pasang Target Tinggi, Enam Poin Jadi Harga Mati di Dua Laga
Prediksi Skor Galatasaray vs Fenerbahce di Liga Turki: Skuad Aslanlar Menangi Derbi Istanbul
Prediksi Skor Paris Saint-Germain vs Lyon: Menang 2-1, Les Parisiens Rebut Puncak?
Prediksi Skor PSS Sleman vs Borneo FC: Super Elja Menang di Kandang Sendiri
Dari Proyek Televisi ke Liga Champions, Kisah Mirwan Suwarso dan Como 1907

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022