
Mirwan Suwarso membawa Como 1907 dari proyek televisi menuju Liga Champions. Begini perjalanan klub Italia milik Grup Djarum asal Indonesia. (Dok. Como 1907)
JawaPos.com – Tidak ada yang benar-benar menyangka Como 1907 bisa melangkah sejauh ini. Klub kecil dari wilayah Lombardia, Italia, yang pernah dua kali mengalami kebangkrutan dan terpuruk hingga Serie D, kini menjelma menjadi kekuatan baru yang mampu bersaing di panggung tertinggi sepak bola Eropa.
Di balik perubahan itu, ada sosok pengusaha asal Indonesia, Mirwan Suwarso. Namun, menariknya, perjalanan Como menuju Liga Champions ternyata tidak berawal dari ambisi membangun klub elite Eropa. Semuanya justru bermula dari sebuah proyek televisi yang melibatkan pemain-pemain muda Indonesia.
Jika melihat sejarahnya, Como 1907 bukanlah klub yang memiliki rentetan trofi bergengsi atau stadion megah yang membuat namanya langsung diperhitungkan di Eropa. Nama klub berjuluk I Lariani tersebut bahkan mungkin masih asing bagi sebagian pencinta sepak bola.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Como mulai mencuri perhatian berkat perjalanan impresifnya. Setelah melewati berbagai periode kelam, mereka berhasil kembali ke kasta tertinggi Liga Italia pada 2024, mengakhiri penantian selama 21 tahun.
Bagi para suporter, pencapaian itu lebih dari sekadar keberhasilan promosi. Como akhirnya kembali ke panggung yang pernah mereka tinggalkan setelah melewati masa-masa sulit yang mengancam keberlangsungan klub.
Perjalanan Como memang tidak selalu berjalan mulus. Klub yang bermarkas di wilayah Lombardia itu pernah mengalami kebangkrutan dua kali, sebelum kembali terpuruk dan harus berkompetisi di Serie D pada 2017.
Titik balik terjadi pada April 2019, ketika Como 1907 diakuisisi Sent Entertainment, perusahaan di bawah Grup Djarum asal Indonesia. Nilai akuisisi tersebut dilaporkan mencapai sekitar 850 ribu euro atau setara Rp13,5 miliar hingga Rp14 miliar berdasarkan kurs saat itu.
Di bawah kepemimpinan Mirwan Suwarso sebagai presiden klub, transformasi mulai dijalankan secara bertahap. Pengembangan infrastruktur, pembinaan akademi, hingga pembangunan tim utama menjadi bagian dari upaya membawa Como keluar dari keterpurukan dan kembali bersaing.
Hasilnya mulai terlihat. Como promosi ke Serie C pada akhir musim, kemudian melanjutkan perjalanan ke Serie B. Puncaknya, mereka finis sebagai runner-up Serie B pada 2024 dan mendapatkan tiket promosi ke Serie A musim 2024/2025.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022