
BERTAHAN: Paus-paus yang berada di Pantai Farewell Spint di Golden Bay, Selandia Baru.
JawaPos.com – Upaya penyelamatan sedang berjalan untuk memastikan belasan ikan paus pilot tetap hidup setelah terdampar di pantai Selandia Baru. Belasan paus malang itu hanya sebagian dari ratusan paus yang memilih mendamparkan diri di pantai pada Kamis (9/2) malam waktu setempat.
Ini adalah insiden terbesar ketiga yang terjadi di Selandia Baru. Dilansir CNN, setidaknya 250 paus sudah mati dari 400 paus yang ditemukan tergeletak di Pantai Farewell Spint di Golden Bay, Selandia Baru. Disebutkan Departemen Konservasi Selandia Baru, mereka sedianya akan bermigrasi ke South Island Friday, .
Penyelamat berhasil menghalau 100 paus untuk mendekati pantai dan mengembalikan 50 paus ke laut. Selain itu ada 80 sampai 90 paus yang berhasil menyelamatkan diri sendiri dan kembali ke laut lima jam setelah usaha penyelamatan dilakukan.
Usaha penyelamatan mendapat bantuan dari penduduk lokal. ”Ada lebih dari tiga ratus mobil yang penuh dengan penumpang datang ke pantai ini. Mereka ingin membantu,” ujar Ranger Departemen Konservasi Kath Inwood kepada CNN.
Kata Inwood, kawasan tersebut memang kerap menjadi tempat berlabuh para paus. Dan, penduduk setempat sudah mendapatkan pendidikan dan pelatihan untuk memastikan paus tetap nyaman di pantai untuk kemudian dikembalikan ke lautan. Tetapi kali ini jumlahnya sangat banyak. Para sukarelawan pun bekerja keras untuk mengejar waktu. ”Tetapi saat malam kami berhenti bekerja demi keselamatan sukarelawan. Karena, sangat berbahaya dekat dengan bintang besar yang sedang stress,” ulas Inwood.
Dipaparkan Inwood, biasanya paus-paus itu akan terlihat antara November sampai Maret. Tetapi, sudah beberapa tahun belakangan ini tidak banyak lagi paus yang terdampar. ”Paling hanya satu atau dua,” katanya.
Dan, kasus di awal 2017 ini menjadi kasus terbesar setelah 1985. Saat itu 450 paus terdampar di Auckland. Sebelumnya pada 1918, ada seribu paus terdampar di Selandia Baru. Alasan di balik terdamparnya paus-paus itu juga belum jelas. ”Biasanya tidak banyak yang berpergian secara bersama-sama dalam satu waktu. Pernah ada 180 paus yang berjalan bersama, namun alasan di balik itu belum terungkap. Banyak sekali teori yang berkembang,” ujarnya.(CNN/tia)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022