
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
JawaPos.com - Sebagai balasan dari tindakan yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Pemimpin Turki Recep Tayyip Erdogan memboikot produk-produk AS. Selain itu, Erdogan juga menggandakan tarif pada beberapa impor AS termasuk mobil, alkohol dan tembakau pada Rabu (15/8).
Langkah ini merupakan pembalasan atau retaliasi atas tindakan AS, tetapi lira meningkat enam persen lebih lanjut setelah langkah baru oleh otoritas perbankan dilakukan untuk mendukung mata uang.
Sebuah dekrit yang ditandatangani oleh Presiden Tayyip Erdogan, yakni menggandakan tarif Turki pada mobil penumpang menjadi 120 persen, pada minuman beralkohol hingga 140 persen dan pada tembakau daun hingga 60 persen. Erdogan juga menggandakan untuk barang-barang seperti kosmetik, beras dan batu bara.
"Bea impor meningkat pada beberapa produk, berdasarkan prinsip timbal-balik, sebagai tanggapan atas serangan yang disengaja pemerintah AS terhadap ekonomi kita," kata Wakil Presiden Fuat Oktay di Twitter dilansir JawaPos.com dari Reuters di Jakarta, Rabu (15/8).
Asal tahu saja, Amerika Serikat adalah sumber impor terbesar keempat ke Turki tahun lalu, menyumbang USD12 miliar impor, menurut statistik IMF. Ekspor Turki ke Amerika Serikat tahun lalu berjumlah USD8,7 miliar dan menjadikannya pasar ekspor kelima terbesar Turki.
Pada Rabu Lira menguat sejauh 5,75 terhadap dolar dan berdiri di 5,9350 pada 0745 GMT dalam langkah awalnya dipicu oleh keputusan pengadilan Turki untuk melepaskan dua tentara Yunani menghadapi tuduhan spionase. Hal itu menunjukkan bahwa hubungan Turki dan Uni Eropa dapat pulih sementara ketegangan dengan Amerika Serikat tetap berlanjut.
“Hal ini juga dibantu oleh langkah dari pengawas perbankan BDDK yang memotong batas pertukaran valuta asing Turki, transaksi spot dan forward dengan bank asing hingga 25 persen dari ekuitas bank,” tulis Reuters.
Lira sebelumnya juga telah rebound sekitar 8 persen pada Selasa di tengah berita tentang panggilan konferensi yang direncanakan pada hari Kamis di mana menteri keuangan akan berusaha untuk meyakinkan investor internasional.
Pasar telah khawatir dengan pengaruh Erdogan atas ekonomi dan ketahanannya terhadap kenaikan suku bunga untuk mengatasi inflasi dua digit.
Erdogan mengatakan Turki adalah target perang ekonomi, dan telah mengulangi seruan bagi Turki untuk menjual dolar dan euro mereka untuk menopang mata uang. Pada hari Selasa, dia mengatakan Turki akan memboikot produk elektronik AS.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
