Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Juli 2020 | 08.40 WIB

Keluar dari WHO, Amerika Serikat Sebut WHO Telah Membuat Dunia Kecewa

(FILES) In this file photo US Vice President Mike Pence listens as US President Donald Trump speaks during a meeting with Texas Governor Greg Abbott on May 7, 2020, in the Oval office of the White House in Washington, DC. - US Vice President Mike Pence is - Image

(FILES) In this file photo US Vice President Mike Pence listens as US President Donald Trump speaks during a meeting with Texas Governor Greg Abbott on May 7, 2020, in the Oval office of the White House in Washington, DC. - US Vice President Mike Pence is

JawaPos.com - Amerika Serikat memutuskan keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Putusan itu berlaku efektif pada tahun depan, tepatnya 6 Juli 2021. Pengumuman itu disampaikan setelah PBB menerima surat keputusan dari Presiden Donald Trump yang menuduh WHO terlalu bergantung pada Tiongkok selama pandemi Covid-19.

Trump telah mengumumkan rencana keluar dari WHO sejak bulan lalu. Namun, dia harus menyampaikan pemberitahuan ke WHO satu tahun sebelum resmi keluar. Tidak hanya itu, AS juga harus membayar seluruh kewajibannya ke WHO sebagaimana diatur dalam resolusi bersama WHO dan Kongres AS 1948.

Menurut data dari laman resmi WHO, AS belum melunasi kontribusinya ke Organisasi Kesehatan Dunia PBB itu sebanyak lebih dari USD 200 juta (sekitar Rp 2,88 triliun). Setelah menjadi anggota selama 70 tahun, AS memutuskan keluar dari WHO mengingat ketegangan yang kian memuncak dengan Tiongkok karena pandemi Covid-19.

WHO sendiri menyangkal tudingan Trump yang menyebut WHO mendukung upaya disinformasi Tiongkok terhadap keberadaan wabah. Hal itu membuat Trump makin tak percaya dengan WHO.

Sementara itu, Wakil Presiden AS Mike Pence, kepada Fox News Channel, menegaskan bahwa saat ini yang paling tepat keluar dari WHO. Pence menyebut WHO telah membuat dunia kecewa, terutama terkait wabah Covid-19.

"Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membuat dunia kecewa. Harus ada konsekuensi yang dihadapi WHO untuk masalah ini," sebut Pence.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan peran WHO sangat penting untuk upaya dunia melawan Covid-19. Berdasar itu, Antonio masih belum terlalu menanggapi putusan AS mundur dari WHO. Menurutnya, WHO masih membutuhkan negara kuat seperti AS. Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara PBB, Stephane Dujarric.

"Sekretaris Jenderal masih dalam proses memverifikasi kabar keluarnya AS dengan Organisasi Kesehatan Dunia, khususnya terkait apakah seluruh syarat pengunduran diri itu telah dipenuhi," kata Stephane Dujarric.

Di satu sisi, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi menyebut keputusan Trump mengeluarkan AS dari WHO sebagai langkah yang tidak masuk akal. Hal itu karena WHO menjadi garda terdepan yang mengatur koordinasi penanggulangan wabah Covid-19 di dunia. "Dengan jutaan jiwa dalam bahaya, Presiden justru membahayakan upaya komunitas internasional menanggulangi virus," kata Pelosi.

Hanya saja, keputusan Trump dapat dianulir jika dia nantinya kalah oleh rivalnya dari Partai Demokrat, Joe Biden, dalam pemilihan Presiden AS pada November 2020.

Trump sendiri telah menahan bantuan dana untuk WHO pada April, kemudian pada 18 Mei, lewat surat dia memberi WHO waktu 30 hari untuk menyampaikan janji berbenah. Sejak menjabat sebagai presiden AS, Trump telah mengeluarkan negaranya dari keanggotaan Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Badan Kebudayaan PBB, pakta perubahan iklim dunia, dan kesepakatan nuklir dengan Iran. Dia juga memotong bantuan dana untuk Dana Populasi PBB dan badan PBB yang membantu pengungsi dari Palestina.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore