
Para wanita penduduk kota tanpa pria, Noiva do Cordeiro. Foto: epoca.globo.com
JawaPos.com – Kisah tentang sebuah negeri wanita tanpa satu orang pun pria di dalamnya mungkin sudah cukup familiar di telinga. Sebut saja Negeri Wanita yang ada di dalam kisah legendaris Tiongkok Journey to The West alias Kera Sakti, atau pulau Amazon Lily yang ada di kisah komik Jepang One Piece.
Bagi yang mengetahui dua kisah di atas, sebuah negeri tanpa pria mungkin terdengar sangat aneh dan, di sisi lain, sangat utopis. Namun, tahukah Anda bahwa di dunia ini ternyata ada sebuah kota yang seluruh warganya adalah wanita dan tidak ada satu pun pria di dalamnya?
Kota itu bernama Noiva do Cordeiro. Sebuah kota pedesaan kecil di Brasil dengan pemandangan alam perbukitan yang hijau dan sejuk, dikutip dari POJOK SATU.
Selain keindahan alamnya, Noiva do Cordeiro sendiri dikenal sebagai kota yang memiliki sejarah dan struktur sosial yang unik. Noiva do Cordeiro sendiri dihuni oleh kurang lebih 600 orang wanita yang berusia antara 20 hingga 35 tahun.
Mereka masih cukup muda dan cantik yang sejatinya cukup mudah untuk bisa mendapatkan pria sebagai tambatan hati sampai memutuskan untuk berkeluarga. Akan tetapi aturan yang berlaku bagi para pria di Noiva do Cordeiro ini tentu saja tidak mudah dan pastinya sangat ketat.
Sederet aturan ketat itu dibuat agar para pria tidak dapat dengan seenaknya berkunjung ke kota ini atau bahkan sampai menginap.
Sebenarnya, tidak semua wanita penghuni Noiva do Cordeiro adalah wanita lajang. Ada beberapa wanita di antaranya yang memiliki suami.
Namun para suami itu juga tidak bisa leluasa keluar masuk atau tinggal di kota tersebut bersama keluarganya. Para suami itu hanya diperbolehkan pulang di akhir pekan saja untuk mengunjungi istri dan anaknya. Selain akhir pekan, para suami itu tidak diperkenankan masuk ke Noiva do Cordeiro.
Noiva do Cordeiro adalah kota pedesaan kecil yang terletak di Brasil. Kota ini terkenal dengan sejarah dan struktur sosialnya yang unik.
Pada awal abad ke-20, sekelompok perempuan yang dijauhi oleh komunitasnya karena berbagai alasan, seperti belum menikah, menjanda, atau bercerai, memutuskan untuk membentuk komunitas di kota tersebut.
Para wanita ini menetapkan aturan dan cara hidup mereka sendiri, termasuk hidup bersama sebagai komunitas tanpa pria.
Seiring waktu, komunitas tersebut berkembang dan dikenal sebagai Noiva do Cordeiro, yang berarti “Pengantin Anak Domba”.
Saat ini, komunitas tersebut masih didominasi oleh perempuan, meskipun laki-laki diperbolehkan untuk berkunjung dan tinggal dalam waktu singkat.
Komunitas mengikuti seperangkat aturan yang ketat dan memiliki struktur kepemimpinannya sendiri serta dikenal dengan praktik pertanian berkelanjutan dan rasa kebersamaan yang kuat.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
