Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 31 Mei 2023 | 12.06 WIB

Demi Mengambil Ponselnya yang Terjatuh Saat Selfie, Pejabat India Kuras Bendungan, Akhirnya Diskors

Proses pengeringan bendungan yang diperintahkan oleh pejabat di India hanya untuk mengambil ponselnya yang jatuh ke dalam air. - Image

Proses pengeringan bendungan yang diperintahkan oleh pejabat di India hanya untuk mengambil ponselnya yang jatuh ke dalam air.

JawaPos.com - Ada-ada saja ulah seorang pejabat di India. Rajesh Vishwas, pejabat di negara bagian Chhattisgarh memerintahkan bendungan penampung air untuk dikeringkan gara-gara ponselnya jatuh ke dalam bendugan saat sedang selfie.

Gara-gara ulang nyelenehnya itu, Vishwas akhirnya diskors. Hal itu karena telah menimbulkan kerusakan area yang dialiri air dari proses pengeringan bendungan tersebut. Selain itu, tindakannya juga dianggap telah meresahkan masyarakat.

Seperti dikabarkan The Times of India, Vishwas tak sengaja menjatuhkan ponsel pintarnya di Bendungan Kherkatta di Distrik Kanker di negara bagian Chhattisgarh. Vishwas pertama kali meminta penyelam lokal menyelam ke dalam air untuk mencari smartphone miliknya. Vishwas mengklaim bahwa smartphone miliknya berisi data sensitif pemerintah.

Namun, upaya awal untuk mengambil ponselnya gagal. Pada akhirnya, Vishwas meminta agar bendungan tersebut dikosongkan menggunakan pompa diesel.

Butuh waktu tiga hari untuk memompa jutaan liter air keluar dari bendungan. Lebih dari 2 juta liter air dipompa keluar dari bendungan, yang cukup untuk mengairi setidaknya 1.500 acre (607 hektar) tanah selama musim panas yang terik di India.

Dalam video yang menjadi viral di media sosial, Vishwas terlihat duduk di bawah payung merah saat pompa diesel bekerja untuk mengalirkan air dari dalam bendungan. Vishwas berdalih dengan mengatakan kepada media lokal bahwa air di waduk tidak dapat digunakan untuk irigasi dan dia telah mendapat izin dari pejabat senior untuk mengeringkannya.

“Pejabat Departemen Irigasi mengatakan kepada saya bahwa air tidak digunakan oleh petani dan saya diizinkan mengosongkannya sekitar 1 meter ketinggian air di bendungan. Jadi, saya mengalirkan air ke saluran dan membuatnya agar dapat digunakan,” kata Vishwas kepada The Times of India.

Smartphone miliknya akhirnya berhasil ditemukan. Tapi, tentu saja tidak dapat langsung digunakan karena telah terendam di dalam air berhari-hari. Kendati mengklaim di ponselnya berisi data pemerintah yang sensitif dan harus diambil, Vishwas yang menjabat sebagai pemeriksa makanan dinilai menyalahgunakan posisinya. Pihak berwenang kemudian menskors Vishwas setelah dia banyak dikritik karena menyia-nyiakan sumber daya air.

India adalah salah satu negara yang paling kekurangan air dan suhu ekstrem menyebabkan kelangkaan air yang parah. Kondisi itu menyebabkan gagal panen, kebakaran hutan, dan pemadaman listrik.

“Dia memompa air tanpa meminta izin resmi. Ini tidak dapat diterima. Dia telah menyia-nyiakan air yang merupakan sumber kehidupan,” kata Priyanka Shukla, seorang pejabat Distrik Kanker.

Selain itu, pihak berwenang juga telah meluncurkan penyelidikan terhadap pejabat yang mengizinkan Vishwas untuk mengeringkan bendungan tersebut.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore