
Bantuan kemanusiaan semakin dibutuhkan warga Gaza, Palestina. (Al-Jazeera).
JawaPos.com– Harapan perdamaian di Gaza kembali diuji. Gencatan senjata yang berjalan kurang dari sepekan goyah setelah Israel mengumumkan pembatasan bantuan kemanusiaan dan menunda pembukaan perlintasan Rafah yang menjadi jalur utama pasokan dari Mesir.
Seperti dilansir Reuters, Israel memotong separuh jumlah truk bantuan yang diizinkan masuk ke Gaza. Dari 600 truk menjadi 300 truk per hari. Keputusan itu diambil setelah Israel menuduh Hamas menunda pengembalian jenazah para sandera yang tewas.
Hingga Selasa (14/10) malam waktu setempat, kelompok militan itu baru menyerahkan delapan jenazah dari total 28 yang dijanjikan.
”Hamas tidak melakukan semua yang mereka bisa,” ujar istri korban serangan Hamas Ela Haimi seperti dilansir dari The Guardian. Dia mendukung langkah pemerintah membatasi bantuan.
Melanggar Poin Perjanjian
Kebijakan Israel tersebut langsung menuai kritik dari lembaga kemanusiaan. Direktur Jaringan LSM Palestina Amjad Al-Shawa menyebut, distribusi bantuan di Gaza belum berubah signifikan sejak gencatan senjata dimulai.
”Kami membutuhkan tenda, air, obat-obatan, dan alat berat. Tidak ada banjir bantuan seperti yang dijanjikan,” katanya. Padahal, pembukaan kembali Rafah dijadwalkan kemarin (15/10) sesuai kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Demo Besar-besaran di Tel Aviv
Sementara di Tel Aviv, ratusan ribu warga Israel memadati Hostages Square dalam demonstrasi besar-besaran. Mereka menuntut semua sandera segera dipulangkan. Aksi itu juga dihadiri utusan Trump seperti Jared Kushner dan Ivanka Trump.
Bentrokan Sporadis Kembali Terjadi
Namun di Gaza, ketegangan meningkat. Meski sebagian pasukan Israel telah mundur dari Kota Gaza, bentrokan sporadis kembali terjadi. Enam warga sipil dilaporkan tewas akibat tembakan pasukan Israel dan serangan drone. Militer Israel mengklaim telah memberi peringatan sebelum menembak tersangka yang dianggap mengancam posisi mereka.
Hamas menilai tindakan itu sebagai pelanggaran perjanjian. Di sisi lain, muncul pula laporan video yang menunjukkan pejuang Hamas mengeksekusi tujuh pria yang dituduh bekerja sama dengan Israel.
Otoritas Transisi
Di tengah situasi yang rapuh, Mesir mengonfirmasi telah menyiapkan 15 teknokrat Palestina untuk membentuk otoritas transisi di Gaza. Pemerintahan sementara itu akan diawasi oleh Dewan Perdamaian yang diketuai Donald Trump dan kemungkinan dipimpin mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022