Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Oktober 2025 | 16.30 WIB

Elon Musk dan Misi Futuristik Tesla: Dari Revolusi Mobil Listrik hingga Pasukan Robot di Bawah Kendalinya

Elon Musk menegaskan ambisinya mempertahankan pengaruh atas proyek robot humanoid Optimus Tesla. (Wired) - Image

Elon Musk menegaskan ambisinya mempertahankan pengaruh atas proyek robot humanoid Optimus Tesla. (Wired)

JawaPos.com — Elon Musk kembali menarik perhatian dunia dengan ambisi futuristiknya. Dalam panggilan konferensi hasil kuartal ketiga Tesla, sang CEO menegaskan bahwa dirinya tidak akan melanjutkan pembangunan “pasukan robot” tanpa memiliki pengaruh kuat terhadapnya.

Dia menilai, kendali strategis atas proyek tersebut penting untuk memastikan visi Tesla tetap berada di jalur yang dia tentukan. Musk secara terbuka mengungkapkan kekhawatirannya tentang arah masa depan perusahaan jika proyek itu berhasil.

“Kekhawatiran mendasar saya adalah, jika kami membangun pasukan robot ini, apakah saya masih memiliki pengaruh kuat terhadapnya? Bukan kendali penuh, tapi pengaruh yang kuat... Saya tidak merasa nyaman membangun pasukan robot itu kecuali saya memiliki pengaruh yang kuat,” ujarnya, dikutip Wired, Minggu (26/10/2025).

Pernyataan ini disampaikan saat Musk membahas pengembangan robot humanoid bernama Optimus, yang disebutnya sebagai langkah besar bagi Tesla untuk melampaui sekadar produsen mobil listrik.

Dalam kesempatan yang sama, Musk menyinggung paket kompensasi yang diajukan untuknya. Proposal tersebut mencakup kenaikan kepemilikan saham Tesla dari sekitar 13 persen menjadi 25 persen, serta potensi bayaran hingga USD 1 triliun atau sekitar Rp16.600 triliun (kurs Rp16.600 per dolar AS).

Kompensasi itu baru akan diberikan jika Musk berhasil memenuhi sejumlah target ambisius, termasuk produksi 20 juta kendaraan, 1 juta taksi otonom, dan 1 juta robot Optimus.

Memgutip Wired, Musk menggambarkan Optimus sebagai proyek yang dapat mengubah peradaban manusia. Dia menyebut, robot tersebut akan “menciptakan dunia tanpa kemiskinan, di mana setiap orang memiliki akses ke perawatan medis terbaik.”

Dia bahkan menyebut Optimus sebagai “sumber pendapatan tak terbatas” bagi Tesla, dengan potensi besar yang membuat setiap orang ingin memiliki robot pekerja pribadi.

Namun di balik visi besar itu, tantangan teknis masih membayangi. Musk mengakui pengembangan komponen seperti tangan dan lengan humanoid menjadi pekerjaan tersulit bagi tim insinyur Tesla.

Meski awalnya menargetkan produksi 5.000 unit Optimus tahun ini, laporan dari The Information menyebut target itu direvisi ke angka yang lebih rendah. Musk menambahkan, Tesla menyiapkan prototipe siap produksi pada awal tahun depan, dengan produksi massal direncanakan pada akhir 2026.

Sikap Musk yang menuntut kendali lebih besar memunculkan perdebatan di kalangan investor dan pengamat pasar. “Saya tidak merasa nyaman membangun pasukan robot, lalu suatu saat didepak dari perusahaan,” katanya, menegaskan pentingnya peran strategisnya dalam mengawal masa depan Tesla.

Dalam sesi tanya jawab lain, dia menambahkan dengan nada reflektif, “Saya tidak menginginkan kendali penuh, hanya pengaruh yang cukup untuk menjaga agar arah perusahaan tetap rasional, namun tetap ada mekanisme yang memungkinkan saya diberhentikan jika suatu saat saya bertindak di luar nalar.”

Pernyataan Musk menyoroti ketegangan antara tata kelola perusahaan modern dan visi pribadi seorang inovator besar. Bagi sebagian pihak, langkah ini dianggap sebagai upaya menjaga kesinambungan visi jangka panjang, namun bagi yang lain, menimbulkan pertanyaan tentang batas kekuasaan seorang CEO di perusahaan publik.

Dengan ambisi yang meliputi kendaraan listrik, kecerdasan buatan, dan robot humanoid, Musk kembali menegaskan posisinya sebagai figur paling berpengaruh dalam transformasi industri teknologi global.

Misi futuristiknya bukan sekadar tentang mesin, melainkan redefinisi hubungan antara manusia, pekerjaan, dan teknologi. Ke depan, dunia akan menantikan apakah Tesla mampu mewujudkan “pasukan robot” di bawah kendali pribadi sang CEO, dan bagaimana langkah ini akan membentuk wajah baru ekonomi serta etika teknologi global. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore