Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 September 2025 | 15.16 WIB

Nepal Pilih Perdana Menteri Baru Melalui Aplikasi Game Discord Usai Kerusuhan Politik

Gedung pemerintahan dibakar oleh para pengunjuk rasa di ibu kota Nepal, Kathmandu. (Al-Jazeera)

JawaPos.com – Nepal mencatat sejarah demokrasi digital dengan menunjuk perdana menteri sementara melalui aplikasi game Discord.

Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Rabu (17/9), Keputusan ini muncul setelah dua hari kerusuhan mematikan yang menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri KP Sharma Oli. Ribuan generasi muda memilih jalur daring sebagai bentuk protes terhadap korupsi dan nepotisme politik.

Para pemuda yang tergabung dalam kelompok Hami Nepal menggelar debat besar-besaran di kanal “Youth Against Corruption”.

Lebih dari 10.000 peserta bergabung dalam diskusi, sementara 6.000 lainnya menonton siaran langsung di YouTube. Mereka menolak cara tradisional pemilihan pemimpin yang dianggap tidak transparan.

Setelah perdebatan panjang, mantan Ketua Mahkamah Agung Sushila Karki terpilih sebagai perdana menteri sementara. Karki, berusia 73 tahun, dikenal sebagai pejuang independensi peradilan dan penegakan hukum.

Presiden Ramchandra Paudel kemudian melantik Karki pada Jumat sebagai pemimpin sementara hingga pemilihan umum Maret mendatang.

Discord dipilih sebagai sarana pemilihan karena dianggap lebih egaliter dan terbuka. Platform ini memungkinkan peserta berdiskusi melalui teks, suara, dan video tanpa rasa takut pembalasan. Pendekatan ini menjadi simbol perlawanan generasi muda terhadap sistem politik tertutup Nepal.

Dalam forum daring, lima nama kandidat dipertimbangkan, termasuk aktivis sosial Harka Sampang dan Mahabir Pun.

Proses pemungutan suara dilakukan secara transparan dengan calon perdana menteri menjawab pertanyaan publik secara langsung. Balen Shah, wali kota Kathmandu, bahkan mendukung hasil pemilihan melalui media sosial.

Pemilihan berbasis Discord ini berlangsung setelah pemerintah sempat melarang berbagai platform media sosial, termasuk Instagram dan Twitter.

Larangan dicabut menyusul eskalasi protes yang menewaskan sedikitnya 72 orang. Demonstrasi besar sebelumnya memaksa pembubaran parlemen oleh presiden.

Para pengamat menilai metode digital ini membawa peluang sekaligus risiko manipulasi suara. Ruang pemeriksaan fakta dibuat untuk mencegah penyebaran informasi palsu yang dapat memengaruhi hasil pemungutan suara. Generasi Z Nepal menunjukkan kemauan belajar dan semangat demokrasi yang baru.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore