
PM Interim Nepal angkat tiga menteri baru. (REUTERS/Navesh Chitrakar)
JawaPos.com-Perdana Menteri interim Nepal Sushila Karki menunjuk tiga menteri baru. Penunjukan hanya beberapa hari setelah parlemen dibubarkan akibat gelombang protes besar yang berujung ricuh dan memakan korban jiwa.
Dalam pelantikan yang disiarkan televisi dari halaman kantor presiden yang rusak akibat kebakaran, Presiden Ramchandra Paudel resmi mengukuhkan Om Prakash Aryal sebagai Menteri Dalam Negeri, Rameshwar Prasad Khanal sebagai Menteri Keuangan, dan Kulman Ghising sebagai Menteri Energi pada Senin (15/9).
Ketiganya dikenal sebagai figur dengan rekam jejak bersih dari praktik korupsi. Aryal adalah pengacara hak asasi manusia yang aktif membela kepentingan publik.
Khanal merupakan mantan sekretaris keuangan dengan gagasan reformasi ekonomi. Sementara Ghising pernah memimpin perusahaan listrik negara dan dipuji karena berhasil mengakhiri krisis pemadaman bergilir.
Penunjukan ini dilakukan kurang dari sepekan setelah pengunduran diri mantan perdana menteri KP Sharma Oli, yang mundur menyusul meluasnya kerusuhan. Aksi demonstrasi dipicu larangan singkat media sosial pada 8 September, namun berkembang menjadi gelombang kemarahan publik terhadap korupsi sistemik dan kesenjangan ekonomi.
Aksi yang banyak digerakkan generasi Z itu dengan cepat berubah menjadi kerusuhan besar. Sejumlah gedung publik, termasuk gedung parlemen, dibakar. Polisi yang berupaya membubarkan massa menembak demonstran, menewaskan sedikitnya 72 orang, menurut data otoritas Nepal pada Minggu (14/9).
Sushila Karki, mantan ketua Mahkamah Agung berusia 73 tahun, ditunjuk sebagai pemimpin interim pada Jumat (12/9) setelah direkomendasikan kelompok aktivis muda. Dia menjadi perempuan pertama yang memimpin pemerintahan di negara Himalaya tersebut.
Dalam pernyataan publik perdananya, Karki berjanji akan memimpin sesuai dengan aspirasi generasi muda.
“Apa yang mereka tuntut adalah diakhirinya korupsi, terciptanya tata kelola yang baik, dan keadilan ekonomi,” ujar Karki.
Pemerintahan interim yang dipimpinnya akan berjalan selama enam bulan sebelum pemilu nasional dijadwalkan berlangsung pada Maret.
Meski banyak korban berjatuhan, semangat perlawanan tetap membara di kalangan pemuda Nepal. Salah satunya Subash Dhakal, 19, seorang demonstran yang ditembak di bagian lutut, menyatakan tidak menyesali keikutsertaannya dalam aksi.
“Saya melakukannya bukan hanya untuk diri saya, tapi juga untuk keluarga dan semua orang. Rasa sakit ini hanya sementara, tapi perubahan pasti akan datang,” kata Subash Dhakal kepada AFP dari Rumah Sakit Layanan Sipil, Kathmandu dikutip via Al-Jazeera.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
