Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 September 2025 | 18.15 WIB

Vladimir Putin Akan Akhiri Perang dengan Ukraina Melalui Perundingan atau Kekerasan

Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan konferensi pers, di akhir kunjungannya ke Tiongkok, 3 September 2025. (Reuters) - Image

Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan konferensi pers, di akhir kunjungannya ke Tiongkok, 3 September 2025. (Reuters)

JawaPos.com - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada Kyiv pada hari Rabu (3/9), bahwa ada peluang untuk mengakhiri perang di Ukraina melalui negosiasi.
 
Vladimir Putin mengatakan jika akal sehat menang, negosiasi merupakan sebuah opsi yang ia lebih sukai.
 
Namun, Vladimir Putin menggaris bawahi jika ia siap untuk mengakhirinya dengan kekerasan jika itu satu-satunya cara untuk mengakhirinya.
 
Putin berbicara di Beijing pada akhir kunjungan yang menghasilkan kesepakatan, mengenai jaringan pipa gas baru ke Tiongkok. 
 
Putin mengatakan ia 'melihat sedikit cahaya diujung terowongan,' mengingat apa yang ia sebut sebagai upaya tulus Amerika Serikat, untuk menemukan penyelesaian bagi perang darat terbesar di Eropa, sejak Perang Dunia Kedua.
 
"Menurut saya, jika akal sehat menang, kita akan dapat menyepakati solusi yang dapat diterima untuk mengakhiri konflik ini. Itulah asumsi saya," ujar Putin kepada para wartawan, seperti yang diberitakan Reuters.
 
"Terutama karena kita bisa melihat suasana hati pemerintahan Amerika Serikat saat ini, di bawah Presiden Donald Trump dan kita melihat bukan hanya pernyataan mereka, tetapi juga keinginan tulus mereka untuk menemukan solusi ini." 
 
"Saya pikir ada secercah harapan di ujung terowongan. Mari kita lihat bagaimana situasinya berkembang."
 
"Jika tidak, maka kita harus menyelesaikan semua tugas di hadapan kita dengan kekuatan senjata."
 
Akan tetapi, Putin tidak menunjukkan keinginan untuk melunakkan tuntutannya yang sudah lama diajukan.
 
Termasuk agar Ukraina meninggalkan gagasan untuk bergabung dengan NATO dan mengakhiri, apa yang dikatakan Moskow sebagai diskriminasi terhadap penutur bahasa Rusia.
 
Presiden negara komunis itu mengatakan, siap mengadakan pembicaraan dengan Volodymyr Zelenskiy jika presiden Ukraina datang ke Moskow, tetapi pertemuan semacam itu harus dipersiapkan dengan baik dan menghasilkan hasil nyata.
 
Menteri luar negeri Ukraina menganggap, saran Rusia sebagai tempat untuk pertemuan semacam itu sebagai hal yang tidak dapat diterima.
 
Zelenskiy telah mendesak Putin, untuk membahas persyaratan kesepakatan meskipun kedua belah pihak masih berjauhan. 
 
Zelenskiy juga mendesak Amerika Serikat, untuk menjatuhkan sanksi lebih lanjut kepada Rusia jika Putin tidak setuju.
 
Trump juga mengatakan ia ingin kedua pemimpin bertemu dan telah mengancam, tetapi belum menjatuhkan, sanksi sekunder terhadap Rusia.
 
Putin yang ekonominya menunjukkan tanda-tanda ketegangan setelah dihantam sanksi Barat yang luas, mengatakan ia lebih suka mengakhiri perang secara diplomatis, dengan cara damai.
 
Rusia mengklaim telah mencaplok empat wilayah Ukraina, klaim yang ditolak Kyiv dan sebagian besar negara Barat sebagai perampasan tanah ilegal yang didukung oleh perang penaklukan bergaya kolonial.
 
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore