Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Agustus 2025 | 18.20 WIB

PM Singapura Minta Tak Jadikan Gadget Sebagai Pengasuh Anak, Larang Screen Time Total untuk Balita

Ketua dan DPD Sultan Bachtiar Najamudin (ketiga kanan) menyambut kedatangan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong (tengah) di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta. - Image

Ketua dan DPD Sultan Bachtiar Najamudin (ketiga kanan) menyambut kedatangan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong (tengah) di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta.

JawaPos.com - Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menegaskan larangan total screen time bagi anak-anak yang masih balita. Ia menyebut bahwa gawai tidak boleh dijadikan sebagai pengasuh instan untuk menenangkan anak.

“Untuk bayi dan balita, sainsnya jelas: Tidak ada waktu layar sama sekali," ujarnya dikutip dari YouTube resmi Perdana Menteri Singapura, Senin (19/8).

Ia menambahkan bahwa orang tua juga harus lebih bijak dalam mengatur pemakaian gawai pada remaja.

“Meskipun untuk pemuda, kita harus berhati-hati dan membatasi waktu layar mereka. Ini berarti kita tidak harus menggunakan gawai sebagai penjaga bayi hanya untuk menjaga anak-anak kita dengan tenang atau terkumpul,” ujarnya.

Menurutnya, dunia nyata jauh lebih penting untuk perkembangan anak.

“Sebaliknya, kita harus memperkuat mereka untuk menghabiskan lebih banyak waktu di luar, bermain, berkawan, dan beraktif," tutur Lawrence. 

"Biarkan mereka berlari-lari di taman dan taman permainan. Beri mereka ruang untuk menjelajahi untuk mencoba, mengambil beberapa langkah dan kembali ke atas lagi. Melalui semuanya, mereka bisa belajar, berkembang, dan mendapatkan kepercayaan di dunia nyata, bukan dunia virtual,” jelasnya.

PM Singapura juga menyinggung soal dukungan pemerintah bagi orang tua agar tak menyerahkan anak pada gawai.

“Kita akan melakukan lebih banyak untuk mendukung ibu bapa dalam perjalanan ini. Beberapa negara telah meneken undang-undang baru untuk memperkuat akses ke internet dan media sosial untuk anak-anak. Kita sedang belajar pengalaman mereka dengan dekat untuk memahami apa yang benar-benar berfungsi. Dan kita akan mempertimbangkan apa lagi yang bisa kita lakukan untuk memperkuat keamanan online untuk anak-anak,” katanya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore