Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Juli 2025 | 22.55 WIB

Melahirkan 17 Jam Setelah Tahu Hamil: Kisah Nyata Charlotte Summer yang Alami Kehamilan Kriptik Tanpa Gejala

Charlotte Summers, perempuan asal Australia yang mengalami kehamilan kriptik, melahirkan hanya 17 jam setelah mengetahui dirinya hamil (Dok. Jagran Josh) - Image

Charlotte Summers, perempuan asal Australia yang mengalami kehamilan kriptik, melahirkan hanya 17 jam setelah mengetahui dirinya hamil (Dok. Jagran Josh)

JawaPos.comSeorang perempuan muda asal Australia, Charlotte Summers (20), mengalami peristiwa langka yang sulit dipercaya. Ia baru mengetahui bahwa dirinya hamil setelah menjalani pemeriksaan medis, dan hanya berselang 17 jam kemudian, ia melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat.

Charlotte mengidap kondisi medis langka yang disebut cryptic pregnancy atau kehamilan kriptik—keadaan di mana seseorang tidak menyadari sedang hamil hingga usia kehamilan sudah sangat lanjut, bahkan sampai waktu persalinan.

Dilansir dari Daily Mail, Kamis (17/7/2025), Charlotte membagikan pengalamannya melalui sebuah video di TikTok, yang langsung menyita perhatian publik.

Menurut Charlotte, selama sembilan bulan masa kehamilan yang tak disadarinya, Charlotte tetap rutin menggunakan alat kontrasepsi dan mengalami menstruasi seperti biasa. Ia juga tidak merasakan gejala khas kehamilan seperti mual atau pergerakan janin. Kenaikan berat badan yang sempat ia alami pun tak menimbulkan kecurigaan—ia mengira hal itu hanya dampak dari kehidupan asmara yang stabil. 

"Saya masih membeli pakaian ukuran biasa. Saya pikir ini hanya berat badan bahagia karena sedang dalam hubungan yang nyaman," ungkapnya di akun TikTok-nya.

Sebelum melahirkan, Charlotte sempat mengalami kenaikan ukuran celana dua nomor lebih besar. Namun ia tidak menaruh curiga. Baru pada 6 Juni, saat memeriksakan diri ke dokter umum karena dugaan sensitivitas gluten, ia diminta menjalani tes kehamilan. Tak lama, dokter menyatakan ia hamil namun memperkirakan usia kehamilan masih sangat dini.

Keyakinan itu berubah setelah USG darurat dilakukan di rumah sakit setempat yang diatur oleh keluarga pasangan Charlotte. Di sanalah terungkap bahwa usia kehamilan telah mencapai 38 minggu dan 4 hari.

"Saat itu saya benar-benar seperti kehilangan kesadaran. Saya langsung telepon pasangan saya dan berkata, 'Kita harus pergi sekarang'," kisahnya.

Dokter pun memperingatkan bahwa cairan ketuban di sekitar janin sangat sedikit dan kemungkinan besar persalinan harus segera diinduksi. Namun sebelum keputusan medis diambil, Charlotte sudah lebih dulu meninggalkan rumah sakit. Pihak rumah sakit sampai harus menghubungi sepupu pasangannya karena tidak memiliki nomor kontaknya.

Malam itu, Charlotte kembali ke rumah sakit dalam kondisi panik. "Saya muntah di lantai dengan posisi merangkak. Saya tidak percaya ini sedang terjadi," ujarnya.

Tak lama setelah itu, air ketubannya pecah dan ia memasuki proses persalinan selama dua jam. Dalam tujuh menit, putranya yang sehat lahir ke dunia.

"Tubuh manusia sungguh luar biasa," ucapnya, tak percaya dirinya hanya punya waktu kurang dari 18 jam antara mengetahui kehamilan dan menjadi seorang ibu.

Kehamilan kriptik sangat jarang terjadi. Studi populasi selama 12 bulan di Berlin menunjukkan, satu dari 475 kehamilan tidak terdeteksi hingga usia 20 minggu, dan satu dari 2.500 tidak diketahui hingga waktu persalinan.

Meski sempat diragukan, Charlotte menunjukkan dokumen resmi dari Queensland Health yang mencatat kehamilannya sebagai concealed pregnancy (kehamilan tersembunyi).

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore