
Bangunan yang rusak akibat serangan rudal India di dekat Muzaffarabad, ibu kota Kashmir yang dikuasai Pakistan, pada Rabu (7/5/2025). (AP Photo/M.D. Mughal)
JawaPos.com - Ketegangan antara India dan Pakistan kembali memanas setelah kedua negara saling tembak di wilayah sengketa Kashmir pada Rabu malam (7/5). Pemerintah India melaporkan insiden tersebut pada kemarin pagi (8/5), menyebutnya sebagai kekerasan terburuk dalam dua dekade terakhir.
Serangan ini terjadi setelah India meluncurkan serangan rudal ke wilayah Pakistan pada Rabu pagi. Ini membuat puluhan orang tewas. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif berjanji akan membalas serangan tersebut.
"Kami akan membalas setiap tetes darah para martir ini," kata Sharif seperti dilansir dari AFP, Kamis (8/5).
Militer India menyebut serangan mereka sebagai aksi yang terukur dan tidak menimbulkan eskalasi. Serangan mereka menargetkan sembilan lokasi yang mereka sebut sebagai kamp teroris di wilayah Pakistan. Serangan ini dilakukan dua minggu setelah India menuduh Pakistan berada di balik serangan terhadap wisatawan di Pahalgam, Kashmir.
Pakistan membantah tuduhan tersebut dan menyebut serangan India sebagai agresi militer. Pemerintah Pakistan melaporkan sedikitnya 31 warga sipil tewas akibat tembakan dan serangan udara India. Sementara India mengklaim 13 warga sipil dan satu tentara tewas akibat tembakan balasan dari Pakistan.
Seorang sumber keamanan India, yang tak mau disebutkan namanya, mengatakan tiga jet tempur India jatuh di dalam wilayah India. Namun, militer Pakistan mengklaim telah menjatuhkan lima jet India di sepanjang perbatasan.
Serangan terbesar disebut menghantam sebuah pesantren di dekat kota Bahawalpur, Punjab, dan menewaskan 13 orang. Kedua negara memang saling menuduh melakukan serangan menggunakan pesawat nirawak dan rudal pada Rabu malam.
India mengklaim telah menggagalkan serangan terhadap lebih dari selusin kota. Sementara Pakistan mengaku berhasil menembak jatuh 25 drone milik India.
Juru bicara militer Pakistan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry dalam konferensi pers menuduh India melakukan tindakan agresi militer terang-terangan lainnya. Ada lebih dari selusin drone dikirim ke kota besar di wilayah Pakistan.
"India tampaknya telah kehilangan akal," kata Chaudhry.
Dia menyebut sistem pertahanan udara Pakistan berhasil menembak jatuh sebagian besar drone tersebut, dan konfrontasi dengan perangkat udara India menyebabkan empat tentara Pakistan terluka. Chaudhry menambahkan serangan itu sebagai provokasi serius.
"Agresi terbuka ini terus berlanjut dan angkatan bersenjata berada dalam tingkat siaga tinggi dan menetralisirnya saat kita berbicara," katanya seperti dilansir dari The Guardian, Kamis (8/5).
Sementara itu, pihak India menuduh Pakistan berupaya meluncurkan drone dan rudal ke berbagai sasaran militer di wilayah utara dan barat, termasuk kota-kota penting seperti Amritsar, Srinagar, dan Chandigarh. Pemerintah India menyatakan seluruh serangan tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara mereka. Hingga semalam, belum ada tanda-tanda meredanya ketegangan.
Salah satu warga yang terdampak, Madasar Choudhary, mengatakan saudara perempuannya melihat dua anak tewas terkena pecahan peluru di Poonch yang merupakan perbatasan India. "Dia melihat dua anak berlari keluar dari rumah tetangganya dan berteriak agar mereka kembali ke dalam. Namun pecahan peluru mengenai anak-anak dan mereka akhirnya meninggal," katanya.
Sementara itu, Muhammad Riaz yang tinggal di Muzaffarabad, wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan, mengatakan keluarganya kehilangan tempat tinggal akibat serangan India. "Tidak ada tempat di rumah saudara-saudara kami. Kami sangat sedih, kami tidak punya tempat tinggal," ungkapnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
