Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 April 2025 | 17.20 WIB

Aturan Penggunaan Kantong Plastik untuk Menyimpan Baterai atau Powerbank di Bandara Korea Selatan Tuai Pertanyaan

Baterai penumpang yang terbakar diduga penyebab kebakaran pada pesawat Air Busan menuju Hong Kong (Dok. Yonhap)

JawaPos.com - Petugas keamanan bandara di Korea Selatan, mungkin akan segera menambahkan perlengkapan penting lainnya ke perlengkapan mereka, di samping detektor logam genggam dan sarung tangan inspeksi yaitu kantong plastik.

Sejak bulan lalu, penumpang di bandara Korea Selatan diharuskan menyimpan baterai atau powerbank di dalam tas selama penerbangan.

Kebijakan itu sebagai bagian dari tindakan untuk mencegah potensi kebakaran dari baterai atau powerbank tanpa perlindungan hubungan arus pendek, dengan melindungi terminal dari kontak dengan barang lain.

Bagi penumpang yang lupa melakukannya, petugas di pemeriksaan keamanan akan menyediakan kantong plastik bagi penumpang.

Hal ini sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan kepada otoritas bandara.

Tindakan ini serta merta dilakukan, menyusul kebakaran yang terjadi di dalam pesawat Air Busan pada bulan Januari. 

Diduga baterai yang disimpan di loker penyimpanan atas penumpang terbakar, sesaat sebelum lepas landas di Bandara Internasional Gimhae, yang memaksa evakuasi darurat terhadap seluruh 176 penumpang dan awak pesawat.

Arahan kementerian tersebut dengan cepat menuai kritik, dengan mempertanyakan efektivitas kantong plastik dalam mencegah kebakaran baterai.

"Membagikan kantong plastik sama sekali tidak ada gunanya," kata Lee Yong Kang, seorang profesor keamanan penerbangan di Universitas Hanseo kepada The Korea Times.

"Tidak seperti baterai yang dapat dilepas pada ponsel lama, baterai masa kini adalah unit yang tertutup rapat, sehingga risiko kebakaran akibat korsleting eksternal sangat rendah," katanya.

Menurut perkiraan, di Bandara Internasional Incheon sekitar 10.000 kantong plastik ziplock seharga 17 won (Rp 202 perak), setiap kantong digunakan setiap hari.

Sementara Bandara Internasional Gimpo menggunakan sekitar 5.000 kantong per minggu, dengan biaya 25 won (Rp 297 perak) setiap kantong.

Para ahli mengatakan, pemerintah harus berfokus pada tindakan yang lebih praktis untuk mencegah terjadinya korsleting internal.

Lee berpendapat bahwa pendekatan yang lebih efektif untuk mencegah risiko kebakaran dalam penerbangan, yang terkait dengan baterai lithium adalah dengan melengkapi pesawat dengan kontainer portable.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore