Logo JawaPos
Author avatar - Image
02 Januari 2025, 03.59 WIB

Buntut Dugaan Perbudakan dan Perdagangan Manusia, Visa Sementara Pekerja untuk BYD Disetop Brasil

Lokasi pabrik BYD di Brasil. (reuters.com) - Image

Lokasi pabrik BYD di Brasil. (reuters.com)

JawaPos.com - Kementerian Luar Negeri Brasil berhenti mengeluarkan visa kerja sementara untuk para pekerja di proyek pembangunan milik BYD di Brasil. Keputusan ini menyusul dugaan bahwa sejumlah pekerja di lokasi milik produsen mobil listrik tersebut diduga telah menjadi korban perdagangan manusia.
 
Seperti dilansir dari Reuters, pengumuman tersebut muncul beberapa hari setelah otoritas ketenagakerjaan menemukan 163 pekerja Tiongkok yang dibawa ke Brasil secara ilegal. Kondisi mereka pun layaknya perbudakan di pabrik yang terletak di negara bagian Bahia di timur laut itu. 
 
Selain itu, pihak berwenang juga mengatakan bahwa para pekerja tersebut adalah korban perdagangan manusia. Menurut kementerian luar negeri, para pekerja tersebut memasuki Brasil dengan visa kerja sementara.
 
 
Sementara itu, Kementerian Kehakiman Brasil mengatakan, jika kejanggalan yang ditemukan oleh jaksa penuntut di pabrik BYD terkonfirmasi, maka pihaknya akan mencabut izin tinggal yang telah dikeluarkannya untuk para pekerja Tiongkok tersebut.
 
Bahkan, Kementerian Kehakiman telah mengirimkan permintaan kepada Kementerian Luar Negeri untuk menangguhkan penerbitan visa sementara BYD pada 20 Desember 2024. Perintah tersebut kemudian diteruskan ke kedutaan besar Brasil di Beijing.
 
Sebenarnya, para pekerja tersebut dipekerjakan oleh kontraktor Jinjiang Group. Namun, Jinjiang dalam sebuah unggahan di media sosial menolak tuduhan otoritas Brasil tentang kondisi kerja di lokasi Bahia.
 
 
Kontraktor tersebut mengatakan, penggambaran pekerja sebagai diperbudak tidak akurat dan telah terjadi kesalahpahaman penerjemahan.
 
BYD dan Jinjiang Group sendiri telah sepakat untuk membantu dan menampung 163 pekerja di hotel hingga kesepakatan untuk mengakhiri kontrak mereka tercapai.
 
Sebagai informasi, pabrik tersebut telah menjadi simbol pengaruh Tiongkok yang semakin besar di Brasil dan contoh hubungan yang lebih erat antara kedua negara. Bahkan, BYD telah menginvestasikan 620 juta USD (Rp 10 triliun) juta untuk mendirikan kompleks pabrik di Bahia saja.
 
Brasil merupakan pasar luar negeri terbesar bagi BYD. Pembuat kendaraan listrik asal Tiongkok itu berencana untuk memulai produksi di Brasil awal 2025 dengan produksi tahunan awal sebanyak 150.000 mobil.
Editor: Banu Adikara
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore