Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Juli 2024 | 05.02 WIB

Donald Trump Beri Penghormatan Terakhir untuk Seorang Pemadam Kebakaran yang Tewas saat Penembakan Dirinya

 

Hegemoni kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) membuat volatilitas pasar keuangan global menguat. (Instagram/@realdonaldtrump)

JawaPos.com–Pada pidato di Konvensi Nasional Partai Republik di Milwaukee pada Kamis (18/7), calon presiden (capres) Donald Trump juga mengingat peristiwa penembakan dirinya saat berkampanye di Butler, Pennsylvania.

Dilansir Mail Online pada Jumat (19/7), Donald Trump terlihat emosional dan memeluk istrinya, Melania Trump saat membicarakan hal tersebut. 

Hadir dengan perban di telinga, Donald Trump juga memeluk keluarga dan cucunya dengan disambut tepuk tangan meriah dari para pendukungnya. Dia mengawali 15 menit pertama pidatonya tentang penembakan dirinya. 

Saat peristiwa yang nyaris merenggut nyawanya tersebut, Trump mendengar suara mendesing keras yang menghantamnya di telinga.

”Saya berkata pada diri sendiri, Wow, apa itu, itu pasti peluru. Dan saya menggerakkan tangan kanan ke telinga dan muncul lumuran darah,” kata Trump dalam pidatonya.

Dia mengaku penembakan yang terjadi pada Sabtu (13/7), membuatnya bertekad untuk mempersatukan bangsa.

”Perselisihan dan perpecahan dalam masyarakat harus diatasi. Sebagai warga Amerika, kita terikat oleh satu tujuan yang sama. Kita bangkit bersama atau kita akan hancur berantakan,” ucap Trump capres berusia 78 tahun itu.

Donald Trump juga menyempatkan untuk mengenang salah satu korban dalam peristiwa di Butler. Corey Comperatore juga turut menjadi korban dalam tragedi yang memilukan tersebut. 

Corey Comperatore merupakan seorang pemadam kebakaran yang saat hari kejadian datang bersama keluarga di acara kampanye capres Donald Trump. Dilansir CBS News, mantan presiden Amerika Serikat tersebut juga memeluk helm dan jaket pemadam kebakaran milik Comeperatore di atas panggung sebelum meminta para hadirin untuk hening sejenak. 

Dalam peristiwa penembakan tersebut, Corey Comperatore berusaha melindungi keluarga. Banyaknya peluru yang berdatangan, membuat pria berusia 50 tahun itu bertindak seperti tameng bagi keluarga dan akhirnya tertembak. 

Sebagai seorang ayah, Comperatore harus pergi meninggalkan istri dan dua putrinya. Pihak keluarga dalam sebuah pernyataan pada Kamis (18/7), menyebutnya sebagai ayah dan suami tercinta serta seorang sahabat bagi banyak orang di seluruh wilayah Butler.

Selain itu, anggota DPR Pennsylvania Marci Mustello mengatakan, Comperatore pernah menjabat sebagai kepala pemadam kebakaran di Buffalo Township Fire Company. Korban adalah pelayan publik yang berdedikasi dan seorang pahlawan Amerika sejati. 

Selain Corey Comperatore, terdapat dua korban yang masih dalam keadaan kritis. Yaitu David Dutch yang berusia 57 tahun dan James Copenhaver, 74. Saat ini, Trump telah mengumpulkan 6 juta dollar atau sekitar Rp 97 miliar lebih untuk membantu ketiga keluarga korban. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore