Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 April 2023 | 17.49 WIB

Rusia yang Menginvasi Ukraina Prihatin atas Aksi Kekerasan Israel di Masjid Al Aqsa

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova. Rusia buka suara terkait pernyataan seorang menteri Israel, Amihay Elihayu yang mengancam menggunakan senjata nuklir di Gaza. - Image

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova. Rusia buka suara terkait pernyataan seorang menteri Israel, Amihay Elihayu yang mengancam menggunakan senjata nuklir di Gaza.

JawaPos.com - Kementerian Luar Negeri Rusia menyampaikan kekhawatirannya atas situasi di Masjid Al Aqsa menyusul insiden di Yerusalem yang dinilai merupakan tindakan memusuhi semua agama di dunia.

“Moskow sangat khawatir dengan eskalasi antara Palestina dan Israel, yang dapat berkembang menjadi konfrontasi bersenjata skala penuh, seperti yang telah terjadi berkali-kali di masa lalu," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova di saluran Telegram kementerian.

Kementerian Luar Negeri Rusia, dalam sebuah pernyataan yang dirilis di situs webnya, menyatakan situasi di Yerusalem menunjukkan bahwa hanya kesepakatan-kesepakatan politik yang dapat memastikan penyelesaian berkelanjutan dari konflik yang telah berlangsung lama itu.

"Kami melihat fakta bahwa tidak ada alternatif lain untuk memulai kembali proses perdamaian antara Palestina dan Israel di bawah kerangka hukum yang disetujui oleh PBB, berdasarkan prinsip dua negara," tulis pernyataan tersebut.

Rusia mendesak agar segala tindakan sepihak yang merusak prospek penyelesaian dan penghormatan terhadap status quo tempat-tempat suci Yerusalem dapat diakhiri. Rusia menambahkan Yerusalem merupakan tempat yang bebas dikunjungi oleh setiap orang dari semua agama.

Moskow juga meminta Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres untuk memperhatikan penyelesaian konflik Israel-Palestina dan melibatkan misi-misi PBB di Timur Tengah untuk melakukan analisis menyeluruh terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi.

Hal itu dilakukan untuk menemukan alasan awal dari kekerasan yang belakangan terjadi antara Israel-Palestina. Moskow juga mendesak PBB untuk menyusun sejumlah rekomendasi untuk pemulihan stabilitas antara kedua pihak.

Kemlu Rusia mengatakan bahwa Dewan Keamanan PBB berencana mengadakan pertemuan pada 25 April nanti untuk membahas situasi di Timur Tengah, termasuk masalah Palestina. Pertemuan itu diyakini menjadi kesempatan yang baik untuk menganalisis masalah Israel-Palestina. Rusia merupakan salah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

Ketegangan di Tepi Barat terus meningkat setelah polisi Israel menahan sekitar 350 jamaah dari dalam kompleks Masjid Al Aqsa. Polisi Israel mengelilingi ruang salat Masjid Al Qibli dan memanjat ke atap masjid, menghancurkan jendela, dan menggunakan meriam suara terhadap para jamaah yang sedang berada di dalam. Beberapa orang di masjid mencoba melawan polisi dengan melemparkan kembang api.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore