Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Februari 2024 | 18.32 WIB

Lagi! Netanyahu Tolak Gencatan Senjata dan Kembali Arahkan Tentara IDF Serang Rafah

Pertemuan Benjamin Netanyahu (kanan) dengan Antony Blinken, menteri luar negeri AS. (The Telegraph) - Image

Pertemuan Benjamin Netanyahu (kanan) dengan Antony Blinken, menteri luar negeri AS. (The Telegraph)

JawaPos.com – Perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menolak usulan gencatan senjata dan pembebasan sandera yang diajukan oleh Hamas.

Tak sekedar menolak gencatan senjata, Netanyahu juga memerintahkan pasukan tentara Israel atau Israel Defense Forces (IDF) untuk melakukan operasi militer di Rafah, kota paling selatan di Gaza.

Dilansir dari The Telegraph, Kamis (8/2), keputusan Netanyahu dinilai telah mengecewakan harapan akan adanya perdamaian di kawasan Timur Tengah. 

Usulan gencatan senjata tersebut sebenarnya bertujuan untuk membebaskan tawanan Israel yang ditawan oleh Hamas.

Namun, Netanyahu menilai usulan tersebut tidak masuk akal dan menolaknya dalam konferensi pers mendadak. 

Netanyahu juga mengabaikan peringatan dari Antony Blinken, menteri luar negeri AS, yang mendesak agar Israel tidak mengirim pasukan ke Rafah.

Rafah merupakan tempat tinggal bagi ratusan ribu pengungsi yang hidup dalam ketakutan akibat konflik berkepanjangan.

Israel awalnya mengusulkan pertukaran sandera dengan Hamas, dengan Qatar sebagai perantara.

Namun, Netanyahu menolak tawaran Hamas yang menginginkan gencatan senjata selama 135 hari dengan syarat pembebasan sebagian sandera. Netanyahu menganggap tawaran itu tidak masuk akal dan berbahaya bagi Israel.

Netanyahu berkata tentang usulan itu, “Menyerah pada syarat-syarat tidak masuk akal dari Hamas akan menyebabkan pembantaian lain dan akan menimbulkan tragedi besar bagi Israel yang tidak ada yang mau menerimanya."

Perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan kepada publik bahwa pasukannya dapat mencapai tujuan mereka di Gaza, meskipun pertempuran telah berlangsung selama hampir lima bulan.

Ia menolak usulan gencatan senjata dengan Hamas dan mengklaim bahwa perang dapat diselesaikan dalam beberapa bulan. Ia juga menyatakan bahwa kemenangan total sudah dekat.

Sementara itu, menteri luar negeri AS, Antony Blinken, memberikan peringatan kepada Netanyahu agar tidak melakukan tindakan dan ucapan yang dapat memperburuk situasi dan mengurangi dukungan internasional. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore