
Israel berencana bangun pemukiman kaum Yahudi di Gaza setelah perang berakhir (Oxfam America)
JawaPos.com – Gaza semakin krisis setelah rentetan serangan Israel meluluhlantakan hampir semua bangunan di kota tersebut.
Beberapa sayap kanan Israel bahkan menyebut jika Israel berencana menduduki wilayah tersebut usai perang ini berakhir.
Menanggapi hal itu, dalam sebuah konferensi mengenai penjajahan Gaza, Jerman mengecam dan menolak keras pernyataan dari unsur pemerintah Israel.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman Sebastian Fischer mengatakan, bahwa wacana seperti pengusiran penduduk Palestina dari Gaza dan penjajahan kembali Gaza oleh Israel tidak bisa diterima.
“Kami mengecam sekeras-kerasnya keikutsertaan dan pernyataan dari unsur-unsur pemerintah Israel dalam suatu konferensi mengenai penjajahan Gaza dan menolak pernyataan-pernyataan tersebut sekeras-kerasnya,” ungkapnya dalam keterangan Kedubes Jerman, Senin (5/2).
Melansir dari Antara, Selasa (6/2), Fischer menyebut jika Israel ingin mewujudkan keamanan bagi negaranya dengan melakukan pengusiran terhadap warga palestina adalah kesalahan fatal.
“Siapa pun yang berpikir bahwa mereka dapat mewujudkan keamanan untuk Israel melalui angan-angan pengusiran warga Palestina dari Gaza sudah jelas berada di jalan yang salah,” tambahnya.
Ia juga menyatakan bahwa ide tersebut dapat memperburuk situasi dan secara jelas bertentangan dengan hukum internasional.
Perang antara Israel-Hamas di Gaza hingga kini terus berlangsung dan belum menemukan titik terang mengenai kapan perang ini akan berhenti atau belum adanya tanda-tanda keduanya melakukan gencatan senjata.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock berulang kali menegaskan bahwa warga Palestina tidak boleh diusir dari Gaza, dan Israel tidak memiliki hak untuk itu. Warga Palestina harus bebas dan mereka berhak menentukan nasibnya sendiri.
“Tidak boleh ada pendudukan atau penjajahan kembali Gaza maupun pengurangan wilayahnya. Ini merupakan sebuah posisi yang sangat didukung luas oleh masyarakat internasional,” kata Fischer kembali.
Juru bicara itu menjelaskan bahwa Gaza adalah milik warga Palestina dan hal tersebut merupakan prasyarat dasar untuk perdamaian dan stabilitas yang kekal di kawasan menuju solusi dua negara.
“Solusi berkelanjutan atas konflik dengan melibatkan warga Palestina, yang hanya dapat diwujudkan melalui solusi dua negara, sejalan dengan kepentingan Israel sendiri,” tuturnya.
Sebelumnya, diketahui pada Minggu (28/1) beberapa menteri Israel menghadiri konferensi sayap kanan di Yerusalem.
Dalam acara tersebut para peserta menyerukan langkah untuk mendorong pemindahan warga Palestina dari Gaza, dan akan membangun serta menciptakan pemukiman Yahudi baru di wilayah tersebut.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
