
Photo
JawaPos.com - Pasukan Rusia yang menyerang Ukraina disebut sudah masuk ke kawasan Pripyat, rumah dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Chernobyl yang terkenal dan pernah menyebabkan tragedi ledakan besar pada 1986 silam. Sebelumnya, Penasihat Presiden Ukraina Mykhailo Podolyak mengatakan kepada Associated Press bahwa pasukan Rusia mengambil kendali atas pembangkit listrik tenaga nuklir yang telah dinonaktifkan itu. Pihak berwenang di sana juga mengatakan dalam proses serangan di daerah itu, tembakan menghantam gudang limbah radioaktif di Chernobyl.
Dikutip dari Insiders, ilmuwan setempat menemukan adanya peningkatan jumlah radiasi di daerah tersebut pascaserangan Rusia ke Ukraina. Sekarang para ilmuwan sibuk mengamati tanda-tanda peristiwa radioaktif apa pun yang sedang berlangsung. Termasuk melacak setiap awan radioaktif berbahaya yang bisa naik dari daerah itu dan melayang melalui Eropa dan mungkin di luarnya.
Pada 26 April 1986, melalui serangkaian kegagalan selama latihan keselamatan, sebuah reaktor di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl hancur karena ledakan hebat. Ledakan itu memuntahkan radiasi ke seluruh Eropa dan deteksi radiasi di Eropa adalah tanda pertama bahwa ada yang tidak beres di pembangkit nuklir saat itu.
Saat ini reaktor nonaktif, namun reaktor dan limbah radioaktif di sekitarnya tetap menjadi ancaman besar bagi orang-orang di sekitar pembangkit. Radius 20 mil atau 32 km lebih ditarik di sekitar pembangkit dan disebut sebagai “zona eksklusi”. Sebagai informasi juga, area yang sangat terkontaminasi ini telah ditutup untuk tempat tinggal manusia sejak bencana 1986 silam.
Area pembangkit kini telah ditutupi kubah beton setelah bencana tersebut untuk mengunci puing-puing radioaktif tambahan agar tidak meninggalkan daerah itu. Karena itu, tempat perlindungan baru dibangun di atas lokasi untuk membatasi materi radioaktif dengan lebih baik. Konstruksi dimulai pada 2010 dan selesai pada 2019.
Sementara tempat penampungan baru ada, situs dan area penahanan limbah radioaktif di dekatnya memerlukan pemantauan dan layanan berkelanjutan sampai saat ini. Dengan invasi Rusia ke Ukraina, status sumber daya penting itu terancam.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang berbasis di Wina, Austria, mengatakan telah diberitahu oleh Ukraina bahwa angkatan bersenjata tak dikenal telah mengambil alih pembangkit nuklir tersebut. Direktur Jenderal IAEA Rafael Mariano Grossi menyerukan pengendalian maksimum untuk menghindari tindakan yang dapat membahayakan fasilitas nuklir Ukraina.
“Sejalan dengan mandatnya, IAEA memantau perkembangan di Ukraina dengan fokus khusus pada keselamatan dan keamanan pembangkit listrik tenaga nuklirnya dan fasilitas terkait nuklir lainnya,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Invasi ke situs Chernobyl bukanlah serangan pertama Rusia dalam insiden nuklir di Eropa. Pada Juni 2020, limbah radioaktif misterius melayang ke Eropa. Pada saat itu, Lassina Zerbo, Sekretaris Eksekutif Organisasi Perjanjian Larangan Uji Nuklir Komprehensif (CTBTO), berbagi berita bahwa sensor di Swedia telah mendeteksi tiga isotop yang biasanya terkait dengan fisi nuklir.
“Isotop ini kemungkinan besar berasal dari sumber sipil. Kami dapat menunjukkan kemungkinan wilayah sumbernya, tetapi itu di luar mandat CTBTO untuk mengidentifikasi asal yang tepat," tweet Zerbo saat itu setelah awan radioaktif terdeteksi.
Di wilayah ini terdapat dua pembangkit listrik tenaga nuklir: Loviisan Voimalaitos di Finlandia dan Leningradskaya Aes di Rusia. Pembangkit di Finlandia melaporkan tidak ada kejadian yang tidak biasa di fasilitas mereka sementara Rusia tidak pernah mengungkapkannya.
Para ilmuwan bekerja keras untuk memantau berulangnya insiden pada 2020 dan bencana Chernobyl pada 1986. Dalam beberapa jam dan hari ke depan, ilmuwan akan terus memantau kondisi Chernobyl.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
