Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 Januari 2024 | 20.20 WIB

Amerika Serikat Putuskan Menghentikan Sementara Operasional Pesawat Boeing 737 Max 9, Hal Ini jadi Penyebabnya

Kerusakan Pesawat Boeing 737 Max 9 Milik Alaska Airlines yang Membuat Pesawat itu Harus Mendarat Darurat di Bandara Portland, Amerika Serikat. / Sumber: KPTV - Image

Kerusakan Pesawat Boeing 737 Max 9 Milik Alaska Airlines yang Membuat Pesawat itu Harus Mendarat Darurat di Bandara Portland, Amerika Serikat. / Sumber: KPTV

JawaPos.com – Lembaga yang mengatur penerbangan di Amerika Serikat yakni Federal Aviation Administration (FAA) memutuskan untuk ‘mendaratkan’ seluruh pesawat Boeing 737 Max 9.

“Kami memutuskan untuk menghentikan sementara operasional pesawat Boeing 737 Max 9 yang beroperasi di wilayah Amerika Serikat,” ujar lembaga tersebut dalam pernyataan resminya.

Lembaga penerbangan Amerika Serikat itu mengatakan bahwa pesawat Boeing 737 Max 9 butuh pemeriksaan lebih lanjut untuk dinyatakan aman dan dapat kembali melakukan penerbangan.

Proses Emergency Airworthiness Directive (EAD) akan dijalankan oleh operator untuk memeriksa hingga pesawat tersebut dinyatakan aman.

“Proses inspeksi satu armada pesawat menghabiskan setidaknya empat hingga delapan jam,” tulis mereka.

171 pesawat dengan jenis serupa yang telah beredar di seluruh dunia dipastikan akan terkena dampak dari proses ini.

Mike Whitaker, Administrator dari FAA mengatakan bahwa proses pemeriksaan tersebut juga untuk melengkapi data dari peristiwa yang menimpa Alaska Airlines dengan nomor penerbangan 1182.

Dilansir dari Reuters, Alaska Airlines dan United Airlines adalah dua maskapai Amerika Serikat yang memiliki armada Boeing 737 Max 9.

Pihak United Airlines melalui akun resmi X mereka (@united) telah memberitahu pada pengguna bahwa armada mereka terkena dampak dari keputusan FAA tersebut.

Insiden Alaska Airlines

Dilansir dari KPTV, insiden tersebut terjadi pada Jumat (5/1) malam waktu setempat atau Sabtu (6/1) pagi Waktu Indonesia Barat (WIB).

Pesawat Alaska Airlines itu melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Portland, Oregon sesaat setelah peristiwa itu terjadi.

Dikutip dari laman Resmi Alaska Airlines, 171 penumpang dan 6 orang kru dipastikan selamat dan tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut.

CEO dari Alaska Airlines, Ben Minicucci langsung memutuskan untuk menghentikan seluruh operasional pesawat Boeing 737 Max 9 milik maskapainya yang berjumlah 65 unit.

“Kami akan mengoperasikan kembali pesawat-pesawat tersebut setelah melalui proses pemeliharaan dan inspeksi keamanan,” ujarnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore