Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Desember 2023 | 23.33 WIB

Elon Musk Dorong Harvard Mencairkan Dana ke Penelitian Inovatif Setelah Kasus Kontroversial

Elon Musk mendorong pencairan dana Harvard. (sumber: Kevin Dietsch melalui Getty Images) - Image

Elon Musk mendorong pencairan dana Harvard. (sumber: Kevin Dietsch melalui Getty Images)

JawaPos.com - Elon Musk usulkan solusi kontroversial terkait masalah Harvard dengan memberi saran pembubaran dana perguruan tinggi tersebut.

Rekomendasinya muncul setelah postingan pengguna X yang mencermati rektor Harvard, Claudine Gay, dan kesaksiannya di kongres.

Situasi sulit Harvard, di mana pemecatan Claudine Gay dapat memicu pemberontakan fakultas, sedangkan mempertahankannya mengakibatkan universitas terbebani dengan aib nasional, diungkapkan oleh Profesor C Bradley Thompson dari Clemson University, dilaporkan dari Business Insider, Rabu (13/12).

Thompson menyatakan keyakinannya bahwa Harvard harus dibiarkan tenggelam dan tidak lagi menerima dana pajak.

"Satu-satunya solusi yang efektif adalah mencairkan dana Harvard," ungkap Musk.

Dia juga mendesak untuk mencopot seluruh anggota dewan pengurus Harvard, menyatakan bahwa tindakan mereka mempertahankan Gay sebagai presiden merupakan suatu aib.

Kritik terhadap Gay semakin intens setelah pernyataannya tentang antisemitisme di kampus dalam sidang kongres pekan lalu.

Dalam persidangan, Gay sering kali diminta apakah seruan untuk melakukan genosida terhadap orang Yahudi melanggar peraturan universitas tentang intimidasi dan pelecehan.

Baca Juga: Elon Musk Bersumpah akan Mengubah Chatbot AI-nya Setelah Menunjukkan Pandangan Politik Sayap Kiri yang Serupa dengan ChatGPT

Gay dan rekan-rekannya dari MIT dan University of Pennsylvania tidak memberikan respons tegas yang mengutuk genosida terhadap orang Yahudi. Reaksi yang menghindar dari mereka mendapat tanggapan dari Elon Musk dan tokoh bisnis lainnya seperti manajer dana lindung nilai Bill Ackman.

"Biarkan saya bantu mereka di sini: 'Mengajukan seruan genosida terhadap siapa pun jelas merupakan bentuk pelecehan,'" tulis Musk di platform X pada tanggal 5 Desember 2023.

Elon Musk sangat terpengaruh oleh situasi ini karena dia sendiri merupakan alumni Universitas Pennsylvania. Miliarder ini berhasil meraih gelar ganda dalam fisika dan ekonomi pada tahun 1997, seperti yang dilaporkan oleh The Daily Pennsylvanian.

"Sebagai alumni Penn, ini sangat memalukan," ujar Musk dalam unggahan di platform X pada tanggal 7 Desember 2023.

Pada hari Sabtu, Liz Magill, rektor Universitas Pennsylvania, mengundurkan diri dari jabatannya setelah mendapat desakan pemecatan dari para alumni dan donor.

Menurut pemberitaan dari koran mahasiswa, lebih dari 500 anggota fakultas telah menandatangani petisi terbuka mendukung Claudine Gay dan meminta dewan Harvard untuk tidak mancabut jabatannya.

Baca Juga: Muncul Tuduhan Antisemitisme Terhadap X, ElonMusk Akan Bertemu Presiden Israel

Asosiasi Alumni Harvard juga mendukung Gay, menyatakan keyakinan bahwa Gay adalah pemimpin yang tepat untuk mengatasi tantangan saat ini, termasuk antisemitisme.

Meskipun demikian, pengunduran diri Liz Magill telah memberi kekuatan pada kritikus Gay yang meluncurkan kampanye untuk mendesak pemecatannya. Sebuah truk reklame dengan slogan "1 turun, 2 lagi" dikirimkan ke kampus sebagai bagian dari tekanan tersebut.

Sementara dalam kasus Harvard, anggota fakultas dan asosiasi alumni sekolah memilih membela Claudine Gay.

Minggu lalu, Ackman mempublikasikan surat terbuka ketiganya kepada kepemimpinan Harvard, mengulangi panggilannya agar Claudine Gay mengundurkan diri.

Alumnus Harvard ini menyatakan pandangan bahwa dalam masa jabatannya sebagai Presiden, Gay telah menyebabkan kerusakan reputasi Universitas Harvard lebih besar daripada individu lain dalam hampir lima abad sejarah kampus tersebut.

Surat Ackman mendapat dukungan dari Elon Musk, yang pada hari Senin menyatakan bahwa surat tersebut "mengartikulasikan, dengan jelas, kekhawatiran serius yang dirasakan banyak orang."

Sebagai catatan, Musk sendiri mengalami kontroversi pada November karena mendukung apa yang dianggap orang sebagai postingan antisemit di platform X.

Baca Juga: Kutuk Para Pengiklan yang Tinggalkan X Akibat Posting-an Antisemitisme, Elon Musk: Pergilah, Persetan dengan Dirimu!

Musk kemudian mengucapkan permintaan maaf atas perilakunya selama wawancara di The New York Times DealBook Summit pada November lalu, menggambarkannya sebagai "salah satu keputusan paling tidak cerdas" yang pernah dilakukannya di platform X.

"Saya memberikan alat kepada mereka yang tidak suka pada saya, termasuk mereka yang memiliki sikap antisemitisme, dan untuk itu, saya sangat menyesal," ungkap Musk.

Belum ada tanggapan dari perwakilan Musk dan Harvard terkait permintaan komentar dari Business Insider di luar jam kerja reguler.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore