
Elon Musk mengatakan dia mengambil tindakan segera untuk membuat chatbot AI miliknya, Grok, lebih netral secara politik. (sumber: X)
JawaPos.com - Elon Musk telah menyatakan komitmennya untuk segera melakukan perbaikan pada chatbot AI miliknya, Grok, dengan tujuan membuatnya lebih netral secara politik.
Keputusan ini diambil setelah ditemukan bahwa pandangan politik yang diungkapkan oleh Grok mirip dengan ChatGPT, berdasarkan hasil Political Compass Test yang dilakukan oleh ilmuwan riset David Rozado dan dibagikan dalam postingan Friday X.
Tes daring ini, yang melibatkan lebih dari 60 pertanyaan, digunakan untuk mengidentifikasi orientasi politik seseorang dalam dua dimensi: dari kiri ke kanan untuk kebijakan ekonomi dan dari otoriter ke libertarian untuk kebijakan sosial.
Musk berjanji untuk mengatasi isu ini dengan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan.
Menurut Rozado, ChatGPT Open AI dan Grok xAI memberikan hasil yang serupa dalam Political Compass Test, menunjukkan orientasi berhaluan kiri dan libertarian.
Untuk mendemonstrasikan sejauh mana kedua chatbot tersebut sejalan, Rozado melampirkan grafik yang menunjukkan bahwa Grok tampaknya lebih condong ke kiri dibandingkan ChatGPT dalam ujiannya.
Sebagai tanggapan, Elon Musk menulis, "Grafik tersebut sedikit membesar-besarkan situasinya," tetapi menegaskan bahwa tindakan segera diambil untuk memastikan Grok menjadi lebih netral secara politik.
Dalam respons tambahan, Elon Musk menyatakan keraguan terhadap akurasi Political Compass Test, menganggap beberapa pertanyaan kuis sebagai "menggelikan" dan kurang cerdas.
Sebagai contoh, dia mencantumkan pertanyaan seperti "Imigran generasi pertama tidak akan pernah bisa berintegrasi sepenuhnya dengan negara baru mereka?" dan "Apa yang baik bagi perusahaan paling sukses, pada akhirnya, selalu baik bagi kita semua?"
Dalam post berikutnya, David Rozado mengungkapkan bahwa setelah postingannya tentang Grok, ia dihubungi oleh Igor Babuschkin dari xAI. Babuschkin menyatakan minat serius untuk meningkatkan Grok dan Rozado menyoroti bahwa Elon Musk segera mengumumkan tindakan untuk membuat Grok lebih netral secara politik.
Rozado menekankan keberdedikan tim, menyatakan keyakinan bahwa Grok memiliki masa depan yang cerah.
Elon Musk, Igor Babuschkin, dan David Rozado belum memberikan tanggapan terhadap permintaan komentar dari Business Insider tersebut pada Jumat malam, (8/12/2023).
Perusahaan xAI milik Musk meluncurkan Grok untuk pengguna premium X pada hari Jumat, dengan Musk menegaskan bahwa chatbot masih dalam versi beta dan terus mengalami peningkatan.
Menurut situs web xAI, misi perusahaan ini adalah untuk "mendorong pemahaman kolektif kita tentang alam semesta."
Elon Musk memiliki harapan untuk mengumpulkan dana hingga $1 miliar untuk startup tersebut, seperti yang dilaporkan oleh Aaron Mok dari Business Insider, Minggu (10/12).

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
