
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama Elon Musk saat berkunjung ke Kibbutz Kfar Aza.
JawaPos.com - Kunjungan mendadak CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk ke Israel pada Senin (27/11) menimbulkan banyak tanda tanya dan reaksi pro-kontra. Kunjungan yang dilakukan di tengah kontroversi tuduhan antisemitisme terhadap dirinya ini dipandang sebagai upaya meredam kemarahan dari berbagai pihak.
Dilansir Nytimes.com pada Selasa (28/11), dalam kunjungan selama dua hari itu, Musk melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Isaac Herzog. Pemilik perusahaan Tesla tersebut juga mengunjungi lokasi serangan rudal oleh kelompok Hamas di Kibbutz Kfar Aza yang menewaskan puluhan warga Israel.
Di sana Musk menyaksikan rekaman serangan oleh Hamas pada 7 Oktober lalu dari kamera militer Israel. Dia juga terlibat diskusi langsung bersama Netanyahu yang disiarkan lewat platform media sosial miliknya.
Analis melihat kunjungan ini sebagai bagian dari upaya Musk untuk meredam kemarahan para pengiklan setelah posting-an salah satu akun di X (dulu Twitter) yang disetujui Musk. Posting-an itu dianggap mengandung unsur antisemitisme dengan menuduh orang Yahudi memicu kebencian terhadap kulit putih.
Akibatnya, puluhan perusahaan besar di AS seperti Disney, Warner Bros, dan Apple mengumumkan penghentian sementara iklan di platform X. Langkah ini diperkirakan mengakibatkan kerugian hingga USD 75 juta bagi platform X pada akhir tahun ini.
Kunjungan Musk ke Israel juga dipandang sebagai upaya memperbaiki citra dirinya yang diserang atas tuduhan mendukung antisemitisme.
Organisasi hak asasi manusia, seperti Anti Defamation League (ADL), mencatat peningkatan konten antisemitisme di platform X sejak Musk mengambil alih pada Oktober 2022.
Di sisi lain, kunjungan Musk juga mendapat kecaman dari kalangan pro-Palestina. Mereka menuduh Israel memanfaatkan kedatangan Musk untuk menutupi kejahatan perang yang dilakukan tentara Israel di Jalur Gaza.
Selain kunjungan yang kontroversial, Musk juga menyetujui beberapa hal dengan pihak Israel. Persetujuan tersebut melibatkan pengoperasian layanan internet satelit Starlink SpaceX di Israel dan Jalur Gaza.
Hal ini hanya dapat dilakukan setelah mendapatkan izin dari Kementerian Komunikasi Israel. Netanyahu juga mendorong Musk untuk mendukung rencana Israel menghancurkan Hamas sebagai prasyarat perdamaian dengan Palestina, yang direspons setuju oleh Musk.
Musk berjanji untuk melakukan segala yang diperlukan guna memerangi penyebaran kebencian dan propaganda Hamas yang mendorong serangan terhadap warga sipil Israel. Dengan demikian, kunjungan Musk dianggap telah mempererat hubungannya dengan Israel.
Namun di sisi lain, hal ini justru memperuncing ketegangan dengan pihak Palestina. Kunjungan ini berpotensi memperparah konflik yang sudah berlangsung puluhan tahun tersebut.
Sikap Musk yang kontroversial dan cenderung provokatif kerap mengundang polemik dari berbagai pihak. Ke depannya, perlu dilihat bagaimana sikap Musk dalam menjaga hubungannya dengan Israel dan Palestina agar tidak semakin memperuncing ketegangan di kawasan tersebut.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
