
Tangkapan layar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan keterangan pers secara daring dari Paris, Prancis, pada Kamis waktu Jakarta (23/11/2023). Sumber: (ANTARA/Yashinta Difa)
JawaPos.com - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan, apabila Indonesia telah mendorong terwujudnya solusi dua negara atau two state solution sesuai dengan parameter Internasional yang telah disepakati untuk mengakhiri konflik di Gaza, Palestina.
Meski demikian, Retno Marsudi mengakui bahwa two state solution masih menjadi tugas besar yang harus digarap Indonesia.
"Masih ada PR (pekerjaan rumah) yang sangat besar yang harus kita garap, yaitu adalah proses perdamaian, proses perdamaian untuk mencapai two state solution yang berdasarkan parameter internasional, yang telah disepakati," kata Retno usai rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dilansir dari ANTARA, Selasa (28/11).
Selain itu, Retno menegaskan jika solusi dua negara itu harus berdasarkan parameter Internasional yang telah disepakati.
"Jadi, two state solution-nya pun itu ada komanya, berdasarkan parameter internasional yang sudah disepakati karena parameternya sudah ada, sudah disahkan juga oleh beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB, SMU (Sidang Majelis Umum) PBB yang tinggal melaksanakan, tetapi prosesnya memang sangat sulit," ujarnya.
Selanjutnya, Retno menjelaskan jika mewujudkan solusi dua negara yang didorong oleh Indonesia untuk mengakhiri konflik di Gaza itu merupakan masalah jangka panjang yang harus diupayakan untuk menghentikan akar masalahnya.
Baca Juga: Rapat Kerja Bersama Komisi I DPR RI, Menlu Sampaikan Empat Topik Perihal Situasi Terbaru di Gaza
"Jadi, sekali lagi short term kita atasi, yang masalah kemanusiaan, bantuan kemanusiaan, kemudian ceasefire (gencatan senjata), tetapi akar masalahnya itu adalah yang long term itu bagaimana proses perdamaian dapat segera dimulai untuk mencapai two state solution," tuturnya.
Sembari mengupayakan hal tersebut, lanjut Retno, Indonesia juga mendorong bantuan kemanusiaan yang menjadi masalah jangka pendek yang harus segera diatasi di Gaza.
"Masalah bantuan kemanusiaan dan sebagainya adalah jangka pendek yang harus kita lakukan sekarang karena sekali lagi kita bekerja dengan nyawa. Kita harus mengobati orang - orang yang sakit, kita harus menyelamatkan bayi - bayi yang lahir prematur, misalnya. Jadi, masalah kemanusiaan itu kita kedepankan terlebih dahulu," katanya.
Menlu Retno juga menyampaikan empat topik perihal situasi di Gaza dan upaya yang dilakukan Indonesia terkait dengan hal tersebut.
Topik tersebut disampaikan oleh Retno sebelum saat rapat kerja bersama Komisi I DPR RI.
"Saya akan menyampaikan empat hal besar, yang pertama, situasi Gaza saat ini. Yang kedua adalah perlindungan warga negara Indonesia, ketiga adalah pemberian bantuan kemanusiaan oleh Indonesia dan yang keempat adalah dukungan politik dan upaya diploma Indonesia," kata Retno.
***
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
