
Tangkapan layar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan keterangan pers secara daring dari Paris, Prancis, pada Kamis waktu Jakarta (23/11/2023). Sumber: (ANTARA/Yashinta Difa)
JawaPos.com - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menghadiri rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Menlu Retno menyampaikan empat topik perihal situasi di Gaza dan upaya yang dilakukan Indonesia terkait dengan hal tersebut.
"Saya akan menyampaikan empat hal besar, yang pertama, situasi Gaza saat ini. Yang kedua adalah pelindungan warga negara Indonesia, ketiga adalah pemberian bantuan kemanusiaan oleh Indonesia, dan yang keempat adalah dukungan politik dan upaya diplomasi Indonesia," kata Retno.
Retno Marsudi mengatakan, Indonesia mendorong terwujudnya solusi dua negara atau “two state solution” sesuai dengan parameter Internasional yang telah disepakati untuk mengakhiri konflik di Gaza, Palestina.
"Masih ada PR (pekerjaan rumah) yang sangat besar yang harus terus kita garap, yaitu adalah proses perdamaian, proses perdamaian untuk mencapai two state solution yang berdasarkan parameter internasional yang telah disepakati," kata Retno usai rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dilansir dari Antara pada Senin (27/11).
Meski demikian, Retno menekankan bahwa solusi dua negara yang berupaya didorong oleh Indonesia untuk mengakhiri konflik di Gaza itu harus berdasarkan parameter Internasional yang telah disepakati.
"Jadi, two state solution-nya pun itu ada komanya, berdasarkan parameter internasional yang sudah disepakati karena parameternya sudah ada, sudah disahkan juga oleh beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB, SMU (Sidang Majelis Umum) PBB yang tinggal melaksanakan, tetapi prosesnya memang sangat sulit," ujarnya.
Menlu Retno menyebut bahwa terwujudnya solusi dua negara tersebut merupakan masalah jangka panjang yang harus diupayakan untuk menghentikan akar permasalahan konflik di Gaza.
"Jadi, sekali lagi yang short term kita atasi, yang masalah kemanusiaan, bantuan kemanusiaan, kemudian ceasefire (gencatan senjata), tetapi akar masalahnya itu adalah yang long term itu bagaimana proses perdamaian dapat segera dimulai untuk mencapai two state solution," tuturnya.
Sembari mengupayakan hal tersebut, lanjut Retno, Indonesia juga mendorong bantuan kemanusiaan yang menjadi masalah jangka pendek yang harus segera diatasi di Gaza.
"Masalah bantuan kemanusiaan dan sebagainya ini adalah jangka pendek yang harus kita lakukan sekarang karena sekali lagi kita berkejaran dengan nyawa. Kita harus mengobati orang yang sakit, kita harus menyelamatkan bayi-bayi yang lahir prematur, misalnya. Jadi, masalah kemanusiaan itu kita kedepankan terlebih dahulu," katanya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
