Surat dari MER-C untuk para pemimpin dunia / sumber : X @mercindonesia
JawaPos.com – Kabar kurang menyenangkan datang dari Rumah Sakit Indonesia yang ada di Gaza.
Melalui akun media sosial X pada Jumat (17/11), MER-C menyatakan bahwa Rumah Sakit Indonesia di Gaza sudah tidak dapat beroperasi.
“RS Indonesia sudah tidak bisa beroperasi, dan hampir semua RS di Gaza tidak berfungsi. Let’s scream to the world, viralkan. STOP GENOCIDE” tulis @mercindonesia.
Sebelumnya, pihak MER-C Indonesia mengabarkan bahwa mereka kehilangan kontak dengan para voluntir di Gaza selama 3 hari berturut-turut.
Aksi penyerangan dan penjajahan yang terus dilakukan Israel terhadap Palestina masih belum mereda bahkan semakin parah. Beberapa hari terakhir, setelah menyerang pemukiman, kamp pengungsi dan universitas, rumah sakit menjadi sasaran selanjutnya bagi para tentara Israel.
Lebih dari satu bulan aksi genosida, korban terbunuh di Jalur Gaza mencapai lebih dari 11.000 nyawa yang terdiri lebih dari 4.000 anak-anak dan 3.000 lebih perempuan.
Bahkan sebelum itu, rumah sakit di Gaza seperti Rumah Sakit Indonesia dan Al Shifa terancam shutdown karena kehabisan bahan bakar yang pemasokannya diputus oleh Israel.
Para staf medis harus melakukan pengobatan terhadap pasien dengan peralatan seadanya tanpa lampu, tanpa anestesi dan tanpa peralatan yang perlu ditunjang listrik.
Banyak video yang tersebar di media sosial yang menampilkan keadaan gawat seperti tindakan operasi yang hanya disinari dari cahaya senter hp, atau bayi-bayi yang terpaksa dikeluarkan dari inkubator.
Kini setelah mendapat kabar bahwa Rumah Sakit Indonesia sudah tidak bisa berfungsi, MER-C Indonesia menulis surat terbuka yang ditjukan bagi para pemimpin dunia.
“Dear World Leaders, may this letter find you well. We write this letter to urgently call you to exert your power and make efforts to end the repeat of another Nakba in Palestine” buka surat tersebut.
Surat yang disampaikan melalui video yang berisi potongan-potongan kondisi di Gaza ini ditulis di Jakarta pada (14/11).
“Kita mungkin memiliki sikap yang berbeda tentang Hamas dan Israel. Tapi sebagai manusia, saya percaya bahwa hati nurani kita dapat mengetahuinya, bahwa tidak ada tindakan militer yang harus diambil ketika jelas itu akan memakan korban warga sipil, wanita dan anak-anak. Sudah lebih dari sebulan Gaza bukan lagi kamp konsentrasi besar, tapi kamp kematian”

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
