
Ribuan pengunjuk rasa menutup kawasan Hollywood, desak Pemerintah AS serukan gencatan senjata di Gaza.
JawaPos.com – Agresi yang dilakukan oleh militer Israel di Jalur Gaza sejak konflik pada (7/10) telah memicu reaksi protes dari berbagai lapisan masyarakat seluruh dunia. Pada Kamis (17/11), lebih dari 1.000 pengunjuk rasa memadati kawasan Hollywood Boulevard di Los Angeles untuk mendesak pemerintah Amerika Serikat (AS) serukan gencatan senjata di Gaza.
Dilansir dari Arab News, protes tersebut dimulai pada Rabu (16/11) malam dan dipimpin oleh perwakilan tokoh agama Islam dan Yahudi di AS. Aksi unjuk rasa diisi dengan pidato dari penyelenggara Yahudi, perwakilan Islamic Center of Southern California, dan Patrisse Cullors, penyelenggara lama dan salah satu pendiri Black Lives Matter.
Mereka semua menuntut agar gencatan senjata segera dilakukan dan aksi genosida oleh Israel terhadap warga Palestina segera dihentikan.
“Saya berduka atas hilangnya lebih dari 1.200 nyawa warga Israel, dan saya berduka atas hilangnya nyawa warga Palestina,” kata penyelenggara JVP Michael Wolfe dalam pidatonya.
“Saya akan terus berduka, dan saya tidak akan membiarkan kesedihan saya digunakan sebagai senjata perang untuk memicu genosida,” tambahnya.
Demonstrasi tersebut diselenggarakan oleh kelompok Suara Yahudi untuk Perdamaian Los Angeles, termasuk aksi duduk di persimpangan dengan bunga di tangan dan kemeja bertuliskan “Orang-orang Yahudi mengatakan gencatan senjata sekarang”.
Para demonstran berbaris menyusuri dan menutup Hollywood Boulevard dengan membawa berbagai spanduk dengan berbagai tulisan. “Biarkan Gaza Hidup”, “Viva Viva Palestian” beberapa tulisan di spanduk.
Meski diguyur hujan deras dan terjadi sedikit ketegangan, para pengunjuk rasa tidak henti-hentinya menyerukan penghentian aksi genosida di Gaza. Karen Pomer, seorang pengunjuk rasa dan aktivis lama LA, mengatakan tingkat korban sipil tidak dapat diterima dan merupakan genosida.
“Saya merasa jijik dan ngeri, itu adalah hal pertama yang saya pikirkan ketika saya bangun dan hal terakhir yang saya pikirkan sebelum saya tidur,” ujarnya.
Sebagai informasi, IDF secara efektif telah memblokade Gaza dan menolak gencatan senjata, dengan alasan bahwa Hamas hanya akan menggunakannya untuk berkumpul kembali. Akan tetapi, mereka telah mengizinkan jeda kemanusiaan untuk memungkinkan makanan dan pasokan lainnya mengalir masuk dan orang asing dapat melarikan diri.
Sebagai informasi, hingga saat ini, Israel telah memperluas dominasi serangan di jalur Gaza baik dari udara maupun darat yang mengakibatkan bertambahnya korban jiwa.
Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, jumlah korban tewas di Palestina telah mencapai 10.818 orang, bertambah lebih dari 300 orang dalam sehari. Sementara di Tepi Barat, 175 warga tewas oleh serangan tentara IDF yang membabi buta.
Jumlah korban tersebut mencakup lebih dari 4.412 anak-anak. 2.641 wanita dan 611 orang lanjut usia.Pihak kementerian juga melaporkan lebih 25.000 orang lainnya terluka akibat perang di Gaza.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022