Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 November 2023 | 15.15 WIB

Sempat Ditutup Dua Hari, Perbatasan Rafah Kini Dibuka Kembali untuk Tampung Para Pengungsi Gaza

Sejumlah pengungsi Gaza mulai melewati penyeberangan Rafah setelah dibuka kembali pada Senin (6/11)./Ibraheem Abu Mustafa/Reuters - Image

Sejumlah pengungsi Gaza mulai melewati penyeberangan Rafah setelah dibuka kembali pada Senin (6/11)./Ibraheem Abu Mustafa/Reuters

JawaPos.com – Perbatasan Rafah yang berada diantara Mesir dan Gaza kini telah dibuka kembali pada Senin (6/11) setelah dua hari ditutup.

Sebelumnya, penutupan perbatasan langsung dengan Gaza tersebut pada Sabtu(4/11) dilakukan karena Israel menyerang konvoi ambulans yang menuju Rafah.

Alhasil, lintasan warga negara asing serta pengungsi Gaza yang terluka berhenti berjajar di perbatasan.

Padahal, otoritas setempat telah memperbolehkan para warga yang terfaftar untuk melewati perbatasan.

Penutupan selama dua hari telah mengakibatkan bantuan ke Gaza terkendala. Aliran truk bantuan yang masuk menjadi melambat menjadi 25 truk dari jumlah tertinggi 102 truk pada hari Kamis (2/11).

Usai dibuka, evakuasi kembali dilakukan. Lusinan pemegang paspor asing dan beberapa pengungsi medis kembali melewati penyebrangan tersebut.

Setidaknya terdapat 80 warga negara ganda, 17 pengungsi medis telah meninggalkan Rafah serta 48 truk bantuan yang menyeberang usai dibuka.

Sementara itu, Pemerintah Mesir sedang mencari upaya agar kejadian penyerangan konvoi ambulans yang keluar dari Gaza tidak terulang kembali.

“Setiap upaya untuk membawa konvoi ambulans yang membawa korban luka ke penyeberangan Rafah harus didampingi oleh kendaraan ICRC dan PBB untuk melindungi mereka sehingga mereka tidak dibom seperti yang terjadi pada konvoi terakhir,” kata kantor media pemerintah yang dikelola Hamas.

ICRC juga mengatakan bahwa pihaknya telah mengawal konvoi empat ambulans pasien dari rumah sakit al-Shifa di Kota Gaza ke perbatasan Rafah pada Senin (6/11).

Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan di wilayah tersebut telah tembus 10.000 jiwa.

Tepatnya 10.022 warga Palestina di daerah kantong tersebut tewas akibat serangan Israel, termasuk 4.104 anak-anak, 2.641 wanita dan 611 orang lanjut usia.

Pihak kementerian juga melaporkan 25.408 orang lainnya terluka akibat perang ini.

Desakan gencatan senjata dari berbagai negara dan otoritas, sama sekali tidak membuat Israel berhenti untuk memborbardir Palestina.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore