Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 November 2023 | 16.16 WIB

Negara-negara Amerika Selatan Memutus Hubungan dengan Israel Karena Perang dengan Hamas

Presiden Luis Arce mengumumkan pemutusan hubungan Bolivia dengan Israel, foto: Sergio Lim via The guardian - Image

Presiden Luis Arce mengumumkan pemutusan hubungan Bolivia dengan Israel, foto: Sergio Lim via The guardian

JawaPos.com – Sejumlah negara di Amerika Selatan telah menarik duta besar mereka dari Israel sebagai bentuk protes terhadap konflik terbaru dengan Hamas.

Pemerintah Bolivia telah memutuskan hubungan secara penuh dengan Israel karena dugaan kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan di Jalur Gaza.

Keputusan Bolivia yang memutus hubungan diplomatik dengan Israel, telah diumumkan pada Selasa (31/10) sore oleh Maria Nela Prada, menteri di pemerintahan Presiden Luis Arce.

Beberapa jam setelah pengumuman itu, pemerintah Chile dan Colombia menarik duta besar mereka dari Israel, diusul dengan Kritik yang disampaikan oleh presiden Brazil atas berlanjutnya serangan udara di Gaza.

Dilansir dari The Guardian, Kamis (2/11), keputusan yang diambil oleh Bolivia ini merupakan bentuk penolakan dan kecaman atas serangan militer Israel yang agresif dan tidak proporsional di Jalur Gaza, serta ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional.

Mantan presiden Evo Morales menuntut Israel diklasifikasikan sebagai negara teroris dan agar perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu diadukan ke pengadilan pidana internasional karena genosida dan kejahatan perang.

Bolivia sebelumnya telah memutus hubungan dengan Israel pada 2009 setelah invasi wilayah ke Jalur Gaza, akan tetapi terjalin kembali pada tahun 2020 di bawah pimpinan kepresidenan Jeanine anez.

Presiden sayap kiri Kolombia, Gustavo Pedro, mengatakan bahwa dia telah memanggil kembali duta besarnya dari Israel.

Presiden Chile, Gabriel Boric juga mengumumkan bahwa dia telah menarik duta besar negaranya dari Tel Aviv untuk membahas pelanggaran hukum kemanusiaan internasional yang dilakukan Israel di Gaza.

Gabriel Boric mengatakan lebih dari 8000 warga sipil telah menjadi korban serangan Israel dan menunjukkan bahwa operasi militer tersebut merupakan serangan kolektif terhadap penduduk sipil Palestina di Gaza.

Presiden Brazil, Luiz Inacio Lula da Silva pada pekan lalu mengkritik serangan udara yang dilakukan oleh Israel di Palestina.

Luiz Inacio Lula da Silva mengatakan hanya karena Hamas melakukan aksi teroris bukan berarti Israel harus membunuh jutaan orang yang tidak bersalah.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore