Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 September 2023 | 21.53 WIB

Ikuti Tren Tantangan Makan Keripik Terpedas One Chip Challenge, Remaja AS Berakhir Tragis Kehilangan Nyawa

Harris Wolobah, remaja asal AS, harus kehilangan nyawa usai ikuti tren makan keripik terpedas di dunia atau One Chip Challenge. - Image

Harris Wolobah, remaja asal AS, harus kehilangan nyawa usai ikuti tren makan keripik terpedas di dunia atau One Chip Challenge.

JawaPos.com - Masyarakat bisa mengetahui tren yang sedang viral dari media sosial. Hal tersebut dilakukan agar tidak ketinggalan zaman, bahkan demi mengikuti tren tersebut tidak sedikit kaum remaja yang meniru hal tersebut. Seperti salah satu tren yang sedang populer di Amerika Serikat yakni One Chip Challenge.

Tren ini adalah tantangan makan keripik yang dibuat dengan beberapa cabai terpedas di dunia, yaitu Carolina Reaper dan Scorpion. Para penantang harus bertahan dari rasa pedas kedua jenis cabai tersebut tanpa minum.

Namun, bukannya menjadi populer karena tren tersebut, seorang siswa justru kehilangan nyawanya karena ikut tren One Chip Challenge. Harris Wolobah, 14, seorang siswa asal Massachusetts, Amerika Serikat meninggal dunia pada Jumat (1/9) setelah beberapa jam berpartisipasi dalam tantangan tersebut.

Siswa kelas dua di Doherty Memorial High School di Worcester, mengonsumsi keripik Paqui yang sangat pedas di sekolah dan mengalami sakit perut. Hal itu dikatakan sang ibu, Lois, kepada NBC 10 Boston.

Harris dijemput oleh keluarga dan dibawa pulang saat mulai merasa lebih baik. Akan tetapi, dirinya ditemukan pingsan saat ingin pergi ke pertandingan bola basket. Remaja tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat dan dinyatakan meninggal dunia. Penyebab kematiannya belum dapat dipastikan, dan hasil otopsi masih dalam proses.

Dikutip dari New York Post, ibu Harris mengatakan bahwa ia yakin anaknya meninggal karena komplikasi akibat camilan pedas tersebut. Dari awal produk tersebut dijual, pembuat keripik ini memperingatkan di situs web bahwa memakan cemilan tersebut dapat menimbulkan efek samping yang merugikan.

Tantangan One Chip Challenge akan menguji berapa lama seseorang dapat bertahan tanpa makan atau minum apapun untuk menghilangkan rasa sakit dari keripik Paqui. Merek Paqui mengatakan di situsnya, bahwa keripik ini hanya boleh dimakan oleh orang dewasa. Merek ini juga menyarankan orang-orang untuk mencari bantuan medis, jika mereka mengalami kesulitan bernapas, pingsan, atau mual yang berkepanjangan.

"Setelah menyentuh chip, cuci tangan Anda dengan sabun dan jangan menyentuh mata atau area sensitif lainnya," kata merek tersebut. Dalam situs web tersebut, keripik berwarna hitam pekat ini terkandung Carolina Reaper Pepper dan Naga Viper Pepper.

Kepala sekolah negeri Worcester mengatakan bahwa komunitas sekolah kehilangan seorang bintang yang sedang naik daun. "Sebagai seorang ibu dan pendidik, saya tidak dapat membayangkan betapa beratnya hal ini bagi keluarga, teman, dan guru-gurunya," kata Pengawas Sekolah Worcester, Rachel Monarrez, seperti yang dilaporkan Boston 25.

"Hati saya ikut berduka dengan semua orang yang mengenal dan mencintainya," ungkap pelatih bola basket untuk tim St. Bernard's, Douglas Hill. Pelatih tersebut menyebutnya, jika Harris dikenal sebagai seorang pekerja keras yang berdedikasi pada keahliannya.

Lauren Rice, kepala Pengobatan Darurat Anak (PEM) di Tufts Medical Center, mengatakan kepada media bahwa ketika seseorang makan makanan pedas, akibatnya bisa berkisar dari mulut atau bibir yang terbakar hingga masalah jantung.

"Kadang-kadang, kami melihat orang dengan banyak nyeri dada, atau mereka juga mengalami jantung yang berdebar-debar," kata Rice.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore