Logo JawaPos

Hasil Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN, Rekomendasikan Pengesahan Dokumen Visi 2045

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan pandangannya dalam Pertemuan Ke-13 Menteri Luar Negeri KTT Asia Timur (EAS FMM) di Jakarta, Jumat (14/7/2023). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Spt) - Image

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan pandangannya dalam Pertemuan Ke-13 Menteri Luar Negeri KTT Asia Timur (EAS FMM) di Jakarta, Jumat (14/7/2023). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Spt)

JawaPos.com – Para menteri luar negeri ASEAN sepakat merekomendasikan ASEAN Concord IV untuk disahkan dalam pertemuan KTT Ke-43 ASEAN hari ini (4/9). Kesepakatan itu menjadi salah satu hasil pertemuan ASEAN Coordinating Council (ACC) di kantor Sekretariat ASEAN, Jakarta, kemarin (4/9).

Sebagai informasi, para Menlu ASEAN melakukan tiga pertemuan. Yakni, ASEAN Ministerial Meeting (AMM), ASEAN Political Security Community (APSC) Council, dan ACC. Dalam pertemuan itu, Myanmar kembali absen.

Menlu Retno Marsudi menuturkan, penyusunan ASEAN Concord IV merupakan usulan Indonesia. Dokumen itu diharapkan akan menjadi fondasi untuk penyusunan Visi Masyarakat ASEAN 2045. Juga, memperkuat ASEAN agar dapat mengatasi berbagai tantangan masa depan.

”Tantangan yang kita hadapi saat ini sudah besar. Namun, tantangan yang akan kita hadapi di masa depan semakin besar. Apakah ASEAN bisa terus maju atau tidak tergantung pada kita semua,” ujar Retno saat memimpin ACC.

Dalam KTT juga akan diadopsi percepatan pembuatan keputusan di saat krisis dan penguatan kapasitas ASEAN untuk menghadapi tantangan baru. Para Menlu merekomendasikan pengesahan beberapa dokumen kepada para leaders. ”Di antaranya, dokumen terkait food security, kesehatan, ekonomi digital, dan lainnya,” katanya.

Pada KTT Ke-43 ASEAN yang dimulai hari ini, masalah Myanmar akan menjadi salah satu bahasan para leaders. Itu sesuai dengan mandat KTT Ke-40 dan Ke-41 ASEAN bahwa 5PC akan di-review implementasinya. Menurut Retno, para Menlu merekomendasikan 5PC tetap menjadi rujukan utama dalam penanganan isu Myanmar.

Sementara itu, dalam APSC Council, Menko Polhukam Mahfud MD menyinggung isu tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang semakin meningkat di kawasan ASEAN. Karena itu, dia menekankan penguatan pencegahan, persekusi pelaku, dan perlindungan korban oleh ASEAN. Selain TPPO, ASEAN juga perlu memperkuat kerja sama pemberantasan kejahatan transnasional lainnya seperti peredaran gelap narkoba, pencucian uang, serta isu terorisme melalui manajemen perbatasan dan berbagai informasi.

Di sisi lain, sebelum KTT ASEAN hari ini, Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan beberapa pemimpin negara ASEAN. Yakni, perdana menteri Timor Leste, perdana menteri Vietnam, dan perdana menteri Kamboja. Jokowi juga menemui perdana menteri Kepulauan Cook. (mia/lyn/dee/wan/idr/syn/c6/fal)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore