
Photo
JawaPos.com - Amerika Serikat dengan sistem kesehatan memadai kelabakan dalam membendung wabah virus Korona jenis baru atau Covid-19. Negara pimpinan Donald Trump tersebut bahkan menjadi yang terparah terpapar Covid-19. Baik itu jumlah pasien positif maupun yang meninggal dunia.
Tak heran, AS tak lagi menjadi rujukan negara-negara lain dalam hal penanggulangan wabah Covid-19. Sejumlah negara kini mengalihkan ke negara yang secara data dianggap mampu menanggulangi wabah. Salah satunya adalah Vietnam yang menjadi rujukan. Maklum saja, negara di Asia Tenggara tersebut dinilai cukup efektif dalam penanganan pandemi Covid-19.
Bagaimana tidak, hingga Selasa (14/4), Vietnam mencatat kasus positif Covid-19 sebanyak 265 orang. Namun, sampai saat ini belum ada kasus kematian. Sedangkan pasien yang berhasil disembuhkan mencapai 166 orang. Artinya, tinggal 99 kasus aktif di Vietnam. Selain itu, dalam beberapa hari terakhir tak ada kasus baru.
Vietnam sebelumnya sempat menjadi bahan perbincangan lantaran berhasil menyembuhkan semua pasien yakni 16 orang. Dan, hampir seminggu mereka tak melaporkan kasus baru. Meski kemudian kasus baru muncul dan mencapai ratusan orang, tetap saja cara penanggulan wabah yang dilakukan Vietnam mendapat pujian. Faktanya, hingga saat ini nihil kematian.
Seperti dilansir dari Liberation, respons Vietnam terhadap wabah telah mendapat pengakuan internasional, termasuk dari WHO terkait cara pencegahan penyakit yang komprehensif dan berbiaya rendah. Perwakilan WHO di Vietnam, Dr Ki Dong Park, membenarkan pemerintah Vietnam selalu proaktif dan siap untuk tindakan yang diperlukan.
Vietnam sudah teruji sejak lama dalam menangani sebuah bencana kemanusiaan. Dari era perang Vietnam melawan kolonialisme, hingga SARS dan kini Covid-19. Vietnam memiliki sejarah keberhasilan dalam memerangi penyakit mematikan.
Partai Komunis Vietnam telah memperkuat langkah-langkah anti-pandemi dengan menerapkan aturan jarak sosial secara nasional seperti melarang pertemuan di luar lebih dari dua orang dan sambil menjaga jarak minimal 1,5 meter. Selain itu, Vietnam melakukan penutupan sementara bisnis tidak penting termasuk restoran, pusat hiburan, dan lokasi wisata.
Supermarket dan layanan penting lainnya tetap terbuka, tetapi diinstruksikan para pengunjung untuk menjaga kesehatan dengan memeriksa suhu tubuh mereka sebelum memasuki gedung dan menyediakan cairan pembersih tangan. Selain itu, pemerintah telah memperingatkan kepada warga untuk tidak menimbun bahan pokok atau panic buying. Pedagang yang mempermainkan harga juga ditindak.
Untuk memastikan jaminan sosial bagi pekerja yang terkena dampak, Vietnam telah menyetujui paket bantuan keuangan senilai USD 111,55 juta yang mencakup semua biaya untuk pekerja di lokasi karantina atau sedang dalam pemulihan dari penyakit.
Vietnam mengambil langkah-langkah awal untuk memerangi pandemi Covid-19. Pejabat pemerintah mulai menyiapkan langkah dan strategi untuk memerangi wabah setelah kasus pertama muncul di Tiongkok.
Pada 1 Februari 2020, Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc menandatangani Keputusan No.173.QD-TTG, mengkategorikan virus Korona sebagai penyakit menular Kelas A yang dapat menular dengan sangat cepat dan menyebar secara luas dengan tingkat kematian yang tinggi. Deklarasi darurat nasional ini muncul setelah kasus keenam Coronavirus di Vietnam dilaporkan. Bandingkan dengan AS yang baru menyatakan darurat nasional atas pandemi global pada 13 Maret, ketika sudah ada 1.920 kasus yang dikonfirmasi di 46 negara.
Vietnam juga langsung membentuk Komite Pengarah untuk Pencegahan dan Kontrol Covid-19 untuk mempercepat respons terhadap pandemi. Pedoman resmi untuk pengobatan Covid-19 telah diedarkan di seluruh negeri. Kementerian Informasi dan Komunikasi serta Kementerian Kesehatan Vietnam telah membuat aplikasi bagi pengguna untuk melaporkan status kesehatan pribadi mereka dan menyebarkan informasi secara berkelanjutan. Perdana Menteri Vietnam juga telah bertemu dengan Serikat Pemuda Komunis Ho Chi Minh, mendesak jutaan anak muda untuk melakukan tindakan pencegahan dan membantu negara.
Demi Menyelamatkan Bangsa
Vietnam dengan penduduk yang padat menghadapi risiko tinggi terpapar Covid-19. Hal ini jelas membutuhkan sistem kesehatan masyarakat yang kompeten yang dapat dengan cepat menanggapi tantangan yang muncul dan dengan cepat menyebarkan informasi. Pembaruan penyakit dilaporkan secara teratur dengan didefinisikan sebagai mendesak, harian, mingguan, bulanan, atau tahunan.
Karena sistem kesehatan Vietnam memusatkan keselamatan dan kesehatan rakyatnya - bukan keuntungan perusahaan asuransi, Vietnam telah melihat keberhasilan yang mengesankan dalam pencegahan dan pengelolaan penyakit. Sebagai contoh, pada 2003 WHO menyatakan Vietnam sebagai negara pertama yang berhasil menanggulangi wabah SARS.
Vietnam memiliki sejarah keberhasilan dalam memerangi penyakit mematikan. Semangat kerja sama rakyat muncul dari sistem sosial yang menekankan upaya kolektif dan kesatuan tujuan. Ketika berbicara tentang melawan Covid-19, Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc mendesak setiap bisnis, setiap warga negara, setiap area perumahan harus menjadi benteng untuk mencegah wabah. Retorika ini telah membangkitkan rasa kerja sama rakyat Vietnam yang tidak asing dengan arti persatuan selama masa-masa sulit.
Berlawanan dengan retorika populer media barat, keberhasilan Vietnam sejauh ini bukan sekadar keajaiban. Ini adalah hasil dari ekonomi yang sangat terencana dengan pemerintah sosialis yang menempatkan orang (rakyat) di atas keuntungan. Pandemi Covid-19 telah merobek lapisan kapitalisme yang lemah dan menunjukkan kebodohannya dalam menghadapi penderitaan manusia. Di dunia saat kapitalisme adalah wabah yang tidak wajar, Vietnam membuktikan bahwa ada cara lain.
Di masa yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, penduduk dunia harus saling rangkul dan kerja sama dan solidaritas internasional lebih dari sebelumnya. Negara-negara di dunia harus belajar dari keberhasilan rakyat Vietnam dan berperang melawan semua bentuk rasisme anti-Asia. Harus terus menuntut sistem perawatan kesehatan yang menempatkan kebutuhan masyarakat di atas kepentingan perusahaan. Harus menuntut program demi kepentingan rakyat untuk melawan virus dan kapitalisme.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=5K-FnGJvVzk
https://www.youtube.com/watch?v=lF9BEjHQ5Fk
https://www.youtube.com/watch?v=xH8n7FMgk_A

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
