Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Oktober 2023 | 18.07 WIB

Komunitas Edan Sepur Indonesia Turun ke Jalan, Kurangi Laka di Perlintasan

EDUKASI: Bentangan spanduk menjadi salah satu andalan komunitas Edan Sepur Indonesia saat turun ke perlintasan sebidang untuk menyosialisasikan disiplin perlintasan. - Image

EDUKASI: Bentangan spanduk menjadi salah satu andalan komunitas Edan Sepur Indonesia saat turun ke perlintasan sebidang untuk menyosialisasikan disiplin perlintasan.

Pada 2045, Indonesia ditargetkan menjadi negara yang maju di segala bidang. Termasuk maju dalam berperilaku di jalan.

Itulah yang sejak 2009 diupayakan oleh komunitas Edan Sepur Indonesia lewat kampanye kedisiplinan di perlintasan kereta.

SERUPA namanya, kumpulan anak muda di komunitas Edan Sepur Indonesia benar-benar ”edan”. Mereka tidak tanggung-tanggung dalam menahbiskan diri sebagai pencinta kereta. Tidak sekadar duduk sembari ngobrol sana-sini, mereka melakukan aksi nyata.

Komunitas Edan Sepur Indonesia adalah salah satu penggerak disiplin perlintasan. Anak-anak muda itu turun ke jalan, mengedukasi masyarakat, dan mengupayakan angka kecelakaan di perlintasan sebidang terus menurun. Mereka hadir di perlintasan-perlintasan sebidang, khususnya yang rawan kecelakaan.

Berdasar data, mayoritas kecelakaan kereta di Indonesia terjadi di perlintasan sebidang. Persentasenya lebih dari 80 persen. Setiap tahun ratusan kejadian kecelakaan mengakibatkan korban berjatuhan. Tak sedikit yang meregang nyawa akibat tidak disiplin saat di perlintasan.

Bertahun-tahun gerakan pendisiplinan itu mereka lakukan. Saat ini jumlah perlintasan sebidang di wilayah kerja PT KAI Daop I Jakarta memang sudah turun signifikan. Bahkan di jalur Jakarta–Bekasi sudah tidak ada lagi. Namun di wilayah kerja lainnya, masih banyak perlintasan sebidang.

EDUKASI: Bentangan spanduk menjadi salah satu andalan komunitas Edan Sepur Indonesia saat turun ke perlintasan sebidang untuk menyosialisasikan disiplin perlintasan.

Salah satunya wilayah PT KAI Daop II Bandung. ”Kalau di Bandung ada jadwal rutin seminggu sekali disiplin perlintasan,” ungkap Rinto Setyo Wibowo saat berbincang dengan Jawa Pos pada Rabu (25/10).

Rinto merupakan salah seorang anggota komunitas Edan Sepur Indonesia yang berbasis di Jakarta. Dia dipercaya sebagai humas komunitas Edan Sepur Indonesia Wilayah I Jakarta. Seperti PT KAI, komunitas yang berdiri sejak 5 Juli 2009 itu membagi diri di tiga wilayah.

Yakni, wilayah I Jakarta, wilayah II Bandung, dan wilayah III Cirebon. Meski berbeda wilayah, visinya tetap sama. Aksinya juga seragam. Salah satunya disiplin perlintasan. Di Jakarta dan sekitarnya, kegiatan disiplin perlintasan saat ini paling sedikit sebulan sekali.

Sementara itu, di Bandung dilakukan sekali dalam sepekan. Rinto memastikan bahwa mereka tidak lelah turun ke banyak perlintasan sebidang demi meningkatkan kesadaran masyarakat. Bahwa melewati perlintasan sebidang tidak boleh sembarangan. Tidak hanya demi keselamatan diri sendiri, tetapi juga memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan kereta.

Komunitas Edan Sepur Indonesia biasa turun ke perlintasan sebidang sambil membawa papan peringatan dan pengeras suara. Para pemuda itu juga selalu memakai seragam andalan berwarna biru dongker.

Awalnya, aksi tersebut mereka lakukan sendiri. Kini kegiatan disiplin perlintasan sudah disokong sejumlah instansi. Mulai PT KAI, Kementerian Perhubungan lewat dinas perhubungan di daerah, hingga PT Jasa Raharja.

Rinto mengakui, gerakan disiplin perlintasan tidak serta-merta bisa menghilangkan insiden kecelakaan di perlintasan sebidang. Namun, setidaknya lewat gerakan itu komunitas Edan Sepur Indonesia menjalankan peran penting yang sejalan dengan misi mereka. Memberi manfaat untuk masyarakat. Komunitas tersebut juga terbuka kepada individu dan kelompok pencinta kereta.

Edan Sepur Indonesia ingin terus menebar manfaat. Maka, disiplin perlintasan bukan satu-satunya program. Masih ada program lain seperti bebersih petak dan posko angkutan relawan. Bebersih petak dilakukan untuk memastikan jalur lintasan kereta bebas dari sampah. ”Dilakukan di seluruh perlintasan atau rel kereta. Misalnya, dari stasiun A ke stasiun B,” jelas dia.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore