Kondisi terkini di Pasar Banyakan. (Foto: Wahyu Adji/JPRK)
JawaPos.com - Proses appraisal pasar buah dan pasar Banyakan sepertinya masih panjang.
Melansir dari Radar Kediri (Jawa Pos Group), hingga kemarin (4/3), kedua aset milik pemerintah kabupaten (pemkab) dan pemerintah desa (pemdes) tersebut masih belum juga kelar.
"Sampai saat ini keduanya belum dibebaskan," terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama kepada koran ini.
Irwan mengatakan bahwa hingga kemarin, kedua aset tersebut belum dibebaskan karena memang proses appraisal masih terus berlanjut.
Hingga kapan appraisal akan berlangsung, Irwan mengaku masih belum tahu. Besar harapan kedua aset tersebut bisa segera dibebaskan. Terutama untuk Pasar Banyakan.
Hal itu karena rencananya pasar tersebut akan digunakan untuk pelebaran Jalan PB Sudirman pada sisi barat.
Sedangkan untuk sisi timur, Irwan mengatakan jika proses pelebarannya sudah rampung dilakukan. Bahkan, proses tersebut sudah dilakukan di akhir tahun lalu.
"Setelah dibebaskan akan langsung dilakukan pelebaran," terangnya.
Irwan juga mengatakan bahwa pasar buah Banyakan juga terdampak. Nantinya, pasar tersebut termasuk dalam aset yang terdampak tol Kediri-Kertosono.
Terkait kapan pasar akan dipindah, Irwan juga mengaku belum tahu. Namun, menurut beberapa informasi, pasar yang berada di Jalan Raya Kediri-Nganjuk tersebut akan dipindah satu kilometer ke arah barat. Dengan lokasinya yang masih berada di tepi Jalan Raya Kediri-Nganjuk.
Secara terpisah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri Sukadi membenarkan jika proses appraisal masih terus berlanjut. Dia berharap jika proses tersebut dapat segera rampung dalam waktu dekat.
Hal itu karena proses pembebasan lahan Pasar Banyakan sangat penting. Sebab, selain akan dilakukan pembebasan, lokasi tersebut akan dibangun gapura selamat datang menuju bandara.
"Karena Jalan PB Sudirman adalah akses utama untuk menuju ke bandara," tandasnya.