
Sejumlah rumah warga di Desa Tiron, Banyakan yang terdampak Tol Kediri-Tulungagung sudah dikosongkan. (Wahyu Adji/JPRK)
JawaPos.com – Meski sudah dibentuk pada Selasa (27/2) lalu di Jakarta, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Kediri-Tulungagung (Ki Agung) agaknya harus kembali menunggu pembangunan fisik proyek tersebut.
Hal itu membuat tim BUJT harus kembali bersabar menunggu. Sebab, BUJT baru bisa bekerja untuk melakukan pembangunan fisik tol setelah segala proses pengadaan tanah selesai.
Hingga kemarin, dilansir Radar Kediri (JawaPos Grup), Jumat (1/3), setidaknya masih ada 19 hektare lahan di Kota dan Kabupaten Kediri yang menjadi pekerjaan rumah (PR).
Informasi tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala BPN Kota Kediri Jany Danny Assa melalui Kasi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Tutur Pamuji.
“Ini (tanah yang sudah dibebaskan, Red) khusus tanah milik perorangan. Untuk aset pemkot sambil jalan karena TPT masih perlu menyiapkan tanah penggantinya,” katanya.
Tutur juga menjelaskan, secara keseluruhan, termasuk lahan di Kota Kediri dan Kabupaten Kediri, progres pengadaan tanahnya baru mencapai 70,45 persen.
Ini menjadi catatan untuk Tim Pengadaan Tanah (TPT). Mereka harus bekerja lebih keras lagi agar pengadaan tanah terdampak tol ini dapat selesai sesuai dengan deadline.
Disisi lain, Ketua TPT Jalan Tol Kediri-Tulungagung Linanda Krisni Susanti melalui Sekretaris Ketua Irmawan Aditia Perdana menyebut, pihaknya akan terus mempercepat progres pengadaan tanah.
Sesuai arahan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, menurutnya proyek akses bandara akan dimulai kuartal II atau paling cepat April nanti. Oleh sebab itu, pengadaan tanah harus selesai sebelum deadline tersebut.
“Ritmenya kami tingkatkan lagi. Kinerjanya kami tingkatkan lagi supaya sesuai target dan bisa tercapai. Mungkin dipercepat atau intensitas pembayarannya lebih tinggi,” katanya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
